Soal Ridwan Kamil Loncat ke Golkar, Nasdem Majalengka: Setiap Warga Negara Punya Hak Berpolitik
Ketua DPD Nasdem Majalengka, Wawan Darmawan mengatakan bahwa siapapun memiliki hak untuk memilih sikap politiknya.
Penulis: Eki Yulianto | Editor: Mumu Mujahidin
Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Eki Yulianto
TRIBUNCIREBON.COM, MAJALENGKA - Informasi Gubernur Jabar, Ridwan Kamil yang akan pindah haluan ke partai politik lain, menuai banyak tanggapan, salah satunya DPD Nasdem Majalengka.
Ketua DPD Nasdem Majalengka, Wawan Darmawan mengatakan bahwa siapapun memiliki hak untuk memilih sikap politiknya.
Termasuk isu yang tengah hangat saat ini yang mana Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil akan pindah gerbong ke partai berlambang pohon beringin.
"Pada prinsipnya semua warga negara berhak menentukan hak politik dan berkumpulnya dengan kelompok dan kekuatan politik manapun," ujar Wawan Darmawan, Selasa (23/2/2021).
Baca juga: Ashanty Disebut Meninggal karena Corona, Anang Hermansyah Kaget Denger Kabar Hoaks dari Keluarganya
Baca juga: Bobotoh Diimbau Robert Alberts Tak Datang ke Stadion saat Piala Menpora 2021 Maupun Saat Latihan
Untuk komunikasi lanjutan yang dilakukan Partai Nasional Demokrat terkait isu Gubernur tersebut, sampai saat ini tidak ada instruksi ataupun arahan dalam menyikapi informasi itu.
Bahkan, Wawan menjelaskan saat ini pihaknya masih menunggu informasi lanjutan dari DPP dalam upaya merespon wacana yang tengah bergulir tersebut.
"Tidak ada, belum ada perintah apapun pimpinan partai Baik DPP maupun DPW," jelasnya.
Ketika disinggung masalah kedekatan Ridwan Kamil dengan Partai Nasdem, Wawan mengungkapkan partainya masih terjalin baik dengan Gubernur Jabar itu.
"Ya baik-baik saja, sebatas komunikasi partai politik dengan pemimpin di wilayahnya, yaitu sebagai Gubernur Jawa Barat, khususnya komunikasi dengan Fraksi NasDem Persatuan Indonesia," tandasnya.
Baca juga: Ridwan Kamil Diminta Tak Kegeeran Soal Kabar Dirinya Merapat ke Golkar Tapi Emil Punya Peluang Ini
Baca juga: Isu Ridwan Kamil Merapat ke Golkar Jadi Perbincangan di Indramayu, Ini Kata Pengamat Terkait Isu Itu
Ini Kata Waketum Golkar
- Gubernur Jawa Barat dikabarkan merapat ke Partai Golkar.
Wakil Ketua Umum Partai Golkar, Nurul Arifin menanggapi berhembusnya kabar Kang Emil merapat ke partai Golkar.
Menurut Nurul Arifin, Partai Golkar selalu terbuka kepada siapa pun untuk masuk dan bergabung dengan Golkar, tak terkecuali Kang Emil.
Seperti diketahui, Kang Emil saat pemilihan gubernur saat itu justru berseberangan dengan Golkar dan diusung oleh PKB juga Nasdem.
"Pintu Golkar selalu terbuka untuk kader yang ingin masuk. Apalagi sosok Kang Emil. Pastinya, kami akan sambut dengan hangat," ujar Nurul saat dihubungi Tribun Jabar, Minggu (21/2/2021).
Baca juga: Minibus Terjun Bebas dari Atas Jembatan Tol Cipali KM 180, Diduga Ditabrak dari Belakang
Baca juga: Penderita Diabetes Boleh Disuntik Vaksin Covid-19, Cek Gula Darah Sebelum Vaksin demi Keselamatan
Sosok Ridwan Kamil di mata Nurul Arifin merupakan pribadi yang nasionalis dan sangat 'nyunda' banget.
Sehingga, dia beranggapan sah-sah saja jika Kang Emil bergabung dengan Partai Golkar.
"Terlepas apakah itu benar atau tidak, terpenting jika tujuannya ingin turut membesarkan partai dan memiliki visi yang sama dengan Partai Golkar, pastinya tak ada masalah," katanya.
Wakil Sekretaris DPD Partai Golkar Jawa Barat, Sukmin Nur Arief membantah kabar Ridwan Kamil merapat ke Golkar.
Dikatakan Sukmin, partai Golkar pun tidak menawarkan jabatan apapun kepada Ridwan Kamil, apalagi sebagai ketua DPD Jabar.
"Tidak, Golkar tidak seperti itu, jangan Geerlah (Ridwan Kamil)," ujar Sukmin, saat dihubungi, Senin (22/2/2021).
Menurut Sukmin, partai Golkar memiliki aturan dalam anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD/ART) dalam menentukan ketua DPD Jabar Golkar.
Baca juga: Isu Ridwan Kamil Merapat ke Golkar Jadi Perbincangan di Indramayu, Ini Kata Pengamat Terkait Isu Itu
Baca juga: Ridwan Kamil Dikabarkan Merapat ke Golkar? Ini Kata Wakil Ketua Partai Golkar Nurul Arifin
"Untuk menjadi seorang ketua DPD, dia harus menjadi kader Golkar minimal 5 tahun dan menjadi pengurus minimal satu periode. Beliau (Ridwan Kamil) kan bukan (kader maupun pengurus). Ya, kader (Golkar Jabar) bakal tersinggung," katanya.
Namun jika Gubernur yang akrab disapa Kang Emil itu melobi elit partai di tingkat pusat, kata Sukmin, Kang Emil bisa saja menjadi ketua DPD Golkar Jabar.
"Mungkin saja kan (Emil melobi) langsung ke Jakarta (Golkar di tingkat pusat)," katanya.
Hanya saja, sambung Sukmin, kondisi itu bakal membuat kekecewaan dikalangan anggota partai.
Sebab, kata dia, Kang Emil tidak melalui proses yang sudah (AD/ART) Partai Golkar tersebut.
Apalagi, kata dia, masa kepemimpinan Ketua DPD Partai Golkar Jabar yang dijabat Ade Barkah Surahman baru berjalan satu tahun.
"Pak Ade Barkah baru memimpin DPD Golkar Jabar satu tahun," ucapnya.
Ade Barkah Surahman sendiri terpilih secara aklamasi sebagai Ketua DPD Partai Golkar Jabar melalui Musyawarah Daerah X DPD Partai Golkar Jabar 1-2 Maret 2020.
Baca juga: Kakek Tunarungu Kerja Cuci Piring Puluhan Tahun, Upah Disimpan di Karung, Butuh 2 Hari Hitung Uang
Baca juga: Rizky Febian Sebut Kehadiran Nathalie Holshcer Sebuah Keajaiban: Versi Lengkap Almarhumah Mamah
Jadi Perbincangan di Indramayu
Isu Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil yang saat ini tengah mengincar kursi Ketua DPD Golkar Jabar juga menjadi perbincangan hangat di Kabupaten Indramayu.
Di sisi lain, seperti diketahui Kabupaten Indramayu merupakan lumbung suara Partai Golkar dari tahun ke tahun.
Partai Golkar selalu menang setiap pemilihan Bupati di Kabupaten Indramayu sejak tahun 2000, walau harus terhenti pada Pilkada 2020.
Saat itu, calon yang diusung Partai Golkar untuk kali pertama kalah setelah memegang kursi kepemimpinan selama 20 tahun terakhir di Kabupaten Indramayu.
Baca juga: Ridwan Kamil Dikabarkan Merapat ke Golkar? Ini Kata Wakil Ketua Partai Golkar Nurul Arifin
Baca juga: Kakek Tunarungu Kerja Cuci Piring Puluhan Tahun, Upah Disimpan di Karung, Butuh 2 Hari Hitung Uang
Menanggapi isu tersebut, pengamat politik asal Indramayu, Hadi Santosa justru menilai, merapatnya Ridwan Kamil ke Golkar tidak terlepas dari kebutuhan partai sendiri.
Sehingga, Partai Golkar melihat peluang dari diri Ridwan Kamil untuk dijadikan kader, terlepas baik sebagai ketua atau anggota.
"Saya menilai Golkar ini melihat peluang dari sisi incumbent Ridwan Kamil," ujar dia yang sekaligus Dosen Manajemen di Amik Purnama Niaga Indramayu kepada Tribuncirebon.com, Senin (22/2/2021).
Lanjut Hadi Santosa, banyak keuntungan baik bagi Ridwan Kamil maupun Partai Golkar jika isu tersebut benar terjadi.
Partai Golkar akan memiliki kekuatan baru seiring dengan tingginya popularitas yang dimiliki Ridwan Kamil.

Sedangkan untuk Ridwan Kamil sendiri, namanya pun akan ikut terdongkrak naik dengan dukungan dari Partai Berlogo Pohon Beringin tersebut.
"Tapi kembali lagi ke Ridwan Kamil, dia kan dari kalangan profesional, tidak terikat dengan partai tertentu, sah-sah saja jika merapat ke partai manapun," ucapnya.
Lanjut Hadi Santosa, lain halnya jika Ridwan Kamil memilih untuk maju pemilu sebagai kader independent atau calon perseorangan.
Hadi Santosa menilai, hal tersebut akan menjadi bumerang bagi karier Ridwan Kamil sendiri.
Masyarakat pun, menurutnya, tentu tidak akan setuju bilamana itu terjadi.
"Karena calon independent itu harus seseorang yang kuat sekali, kalau Ridwan Kamil independent, saya rasa gk kuat," ujar dia.
Baca juga: Tamu Resepsi Pernikahan Heboh, Mempelai Wanita Tiba-tiba Naik Panggung Main Drum dan Bernyanyi
Baca juga: Rizky Febian Sebut Kehadiran Nathalie Holshcer Sebuah Keajaiban: Versi Lengkap Almarhumah Mamah