Isu Ridwan Kamil Merapat ke Golkar Jadi Perbincangan di Indramayu, Ini Kata Pengamat Terkait Isu Itu
pengamat politik asal Indramayu, Hadi Santosa justru menilai, merapatnya Ridwan Kamil ke Golkar tidak terlepas dari kebutuhan partai sendiri.
Penulis: Handhika Rahman | Editor: Mumu Mujahidin
Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Handhika Rahman
TRIBUNCIREBON.COM, INDRAMAYU - Isu Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil yang saat ini tengah mengincar kursi Ketua DPD Golkar Jabar juga menjadi perbincangan hangat di Kabupaten Indramayu.
Di sisi lain, seperti diketahui Kabupaten Indramayu merupakan lumbung suara Partai Golkar dari tahun ke tahun.
Partai Golkar selalu menang setiap pemilihan Bupati di Kabupaten Indramayu sejak tahun 2000, walau harus terhenti pada Pilkada 2020.
Saat itu, calon yang diusung Partai Golkar untuk kali pertama kalah setelah memegang kursi kepemimpinan selama 20 tahun terakhir di Kabupaten Indramayu.
Baca juga: Ridwan Kamil Dikabarkan Merapat ke Golkar? Ini Kata Wakil Ketua Partai Golkar Nurul Arifin
Baca juga: Kakek Tunarungu Kerja Cuci Piring Puluhan Tahun, Upah Disimpan di Karung, Butuh 2 Hari Hitung Uang
Menanggapi isu tersebut, pengamat politik asal Indramayu, Hadi Santosa justru menilai, merapatnya Ridwan Kamil ke Golkar tidak terlepas dari kebutuhan partai sendiri.
Sehingga, Partai Golkar melihat peluang dari diri Ridwan Kamil untuk dijadikan kader, terlepas baik sebagai ketua atau anggota.
"Saya menilai Golkar ini melihat peluang dari sisi incumbent Ridwan Kamil," ujar dia yang sekaligus Dosen Manajemen di Amik Purnama Niaga Indramayu kepada Tribuncirebon.com, Senin (22/2/2021).
Lanjut Hadi Santosa, banyak keuntungan baik bagi Ridwan Kamil maupun Partai Golkar jika isu tersebut benar terjadi.
Partai Golkar akan memiliki kekuatan baru seiring dengan tingginya popularitas yang dimiliki Ridwan Kamil.

Sedangkan untuk Ridwan Kamil sendiri, namanya pun akan ikut terdongkrak naik dengan dukungan dari Partai Berlogo Pohon Beringin tersebut.
"Tapi kembali lagi ke Ridwan Kamil, dia kan dari kalangan profesional, tidak terikat dengan partai tertentu, sah-sah saja jika merapat ke partai manapun," ucapnya.
Lanjut Hadi Santosa, lain halnya jika Ridwan Kamil memilih untuk maju pemilu sebagai kader independent atau calon perseorangan.
Hadi Santosa menilai, hal tersebut akan menjadi bumerang bagi karier Ridwan Kamil sendiri.
Masyarakat pun, menurutnya, tentu tidak akan setuju bilamana itu terjadi.
"Karena calon independent itu harus seseorang yang kuat sekali, kalau Ridwan Kamil independent, saya rasa gk kuat," ujar dia.
Baca juga: Tamu Resepsi Pernikahan Heboh, Mempelai Wanita Tiba-tiba Naik Panggung Main Drum dan Bernyanyi
Baca juga: Rizky Febian Sebut Kehadiran Nathalie Holshcer Sebuah Keajaiban: Versi Lengkap Almarhumah Mamah