Breaking News:

Dua Siswi SMP Terjerat Bujuk Rayu Oknum Pembina Pramuka, Mau Diajak Tidur karena Dijanjikan Nikah

MJW diamankan aparat Polres Ngawi karena diduga melakukan persetubuhan dengan remaja di bawah umur yang baru berusia 16 tahun.

Editor: Mumu Mujahidin
Tribunnews
Ilustrasi - siswi smp: Dua Siswi SMP Terjerat Bujuk Rayu Oknum Pembina Pramuka, Mau Diajak Tidur karena Dijanjikan Nikah 

TRIBUNCIREBON.COM -Sebanyak dua siswi SMP jadi korban pelecehan seksual oknum pembina pramuka.

Bukannya mendidik para siswa dengan baik, oknum pembina pramuka ini diduga malah melakukan persetubuhan pada korban yang masih berusia di bawah umur.

Korbannya pun tak hanya satu, sejauh ini sudah ada dua siswi SMP yang menjadi korbannya.

Dalam melancarkan aksinya, pelaku mengiming-imingi korban dengan uang dan janji akan dinikahi.

Dilansir TribunnewsBogor.com dari Kompas.com Senin (18/1/2021), pelaku berinisial Mjw (35) merupakan warga Kabupaten Ngawi, Jawa Timur.

MJW diamankan aparat Polres Ngawi karena diduga melakukan persetubuhan dengan remaja di bawah umur yang baru berusia 16 tahun.

Kapolres Ngawi AKBP I Wayan Winaya mengatakan, pelaku yang merupakan mantan satpam di sekolah tersebut bahkan dilaporkan telah melakukan tindak persetubuhan kepada 2 korban yang masih duduk di bangku sekolah.

"Korbannya ada 2, pelaku ini dulunya bekerja sebagai satpam sekolah," ujar Winaya, melalui rilis resmi, Senin (18/1/2021).

Dalam modus mencari korban, kata Winaya, pria yang berstatus duda beranak 5 tersebut memanfaatkan posisinya yang menjadi pembina pramuka di salah satu sekolah yang ada di Ngawi.

Untuk membujuk para korban, pelaku diketahui memberikan barang seperti ponsel, pakaian, pulsa, sepatu dan kebutuhan korban lainnya.

"Pelaku memberikan janji-janji akan dinikahi dan menggunakan uang sebagai sarana bujuk rayunya, atau dibelikan jam dan sepatu," imbuh dia.

Pelaku sempat bersembunyi di rumah salah satu keluarganya ketika mengetahui akan diamankan polisi.

Pelaku terancam dijerat dengan Pasal 81 (2) atau Pasal 82 (1) UU RI Nomor 17 Tahun 2016 tetang Penetapan PERPU No 1 Tahun 2016 tentang perubahan kedua UU No 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak menjadi Undang-Undang.

"Ancaman pidana penjaranya minimal 5 tahun dan maksimal 15 tahun," ujar Winaya.

Baca juga: Agus Bayar Jasa PSK untuk 3 Jam, Belum Habis dan Mau Minta Lagi, PSK Ogah Layani, Langsung Dibunuh

Baca juga: Bayi 11 Bulan Fao Nuntias Zai Penumpang Sriwijaya Air yang Sempat Viral Berhasil Diidentifikasi

Halaman
123
Sumber: Tribun Bogor
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved