Breaking News:

UPDATE Rekap Data Covid-19 di Majalengka, Ada 14 Guru Meninggal, Penerapan KBM Tatap Muka  Ditunda

Ada 14 guru meninggal dunia karena Covid-19 di Majalengka. Hal itu membuat Kegiatan Belajar Mengajar ( KBM) secara tatap muka kembali ditunda.

Freepik
Ilustrasi Covid-19. UPDATE Rekap Data Covid-19 di Majalengka, Ada 14 Guru Meninggal, Penerapan KBM Tatap Muka  Ditunda 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Eki Yulianto

TRIBUNCIREBON, MAJALENGKA - Ada 14 guru meninggal dunia karena Covid-19 di Majalengka.

Hal itu membuat Kegiatan Belajar Mengajar ( KBM) secara tatap muka kembali ditunda.

Keputusan tersebut diambil Bupati Majalengka, Karna Sobahi dalam rapat koordinasi bersama unsur Forkopimda dalam penanganan Covid-19 di Gedung Yudha Majalengka, Senin (11/1/2021).

Karna memutuskan untuk menunda rencana KBM secara tatap muka.

Baca juga: China Dalam Masalah Besar, Kini Catat Lonjakan Kasus Covid-19 Tertinggi Dalam Lima Bulan Terakhir

Baca juga: 3.000 Karyawan Terpapar Covid-19 di Karawang, 270 Pabrik Jadi Klaster Industri Otomatis Ditutup

Baca juga: BREAKING NEWS Dua Anggota Dewan Kuningan Positif Covid-19, Kantor DPRD Otomatis Ditutup Sementara

"Untuk sekolah tetap daring. Dibanding sektor lain, sektor pendidikan memang paling ketat. Kalau yang lain mah pembatasan sesuai kapasitas," ujar Karna.

Selain itu, penyebaran kasus terkonfirmasi masih terus berlanjut menjadi alasan lain pihaknya kembali menunda KBM.

Ia tidak ingin mengambil resiko dengan dibukanya kembali sektor pendidikan.

Baca juga: Kasus Covid-19 Terus Meroket Pemkot Cirebon Usulkan Perpanjang Sewa Hotel untuk Isolasi Pasien

Baca juga: Penambahan Kasus Covid-19 di Jabar Tinggi, Dalam 10 Hari Pasien Positif Bertambah 13.991 Orang

Baca juga: Izin dari BPOM untuk Vaksin Sinovac Sudah Ada, MUI Bilang Halal, Penyuntikan Tinggal Tunggu Giliran

Yang mana, sudah 14 guru meninggal dunia akibat Covid-19.

"Sudah ada 14 guru di Majalengka yang meninggal. Saya khawatir peserta didik dan ini sangat rawan sekali," ucapnya.

Instruksi Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang dikeluarkan oleh Gubernur Jabar menjadi pertimbangan lain.

Yang mana, Majalengka masuk ke dalam 20 daerah yang diberlakukan PPKM.

"Berat sebenarnya (kembali menunda KBM tatap muka), namun melihat keamanan dan keselamatan warganya, terpaksa harus mengambil langkah ini," jelas dia.

Sementara, selain sektor pendidikan yang resmi ditunda demi penerapan PPKM atau PSBB proporsional, Bupati resmi mengambil sejumlah kebijakan.

Salah satunya, sektor perkantoran jumlah pegawai yang harus melakukan WFH sebanyak 75 persen dari kapasitas kantor.

Baca juga: Demi Nikah, Pasangan Pengantin Nekat Terobos Banjir, Mempelai Wanita Naik Becak, Prianya Jalan Kaki

Baca juga: TERNYATA Ini Alasan Mahasiswi yang Penjarakan Ibunya Ogah Cabut Laporan, Ada Masalah Besar Keluarga

Penulis: Eki Yulianto
Editor: dedy herdiana
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved