Breaking News:

Demo Buruh di Indramayu

Di Sela-sela Demo, Buruh di Indramayu Curhat Soal UMK, Sebut Pemerintah Harus Tahu Ini

Aksi tersebut sebagai buntut tidak direkomendasikannya Upah Minimum Kabupaten (UMK) Indramayu 2021 untuk naik.

Tribuncirebon.com/Handhika Rahman
Para buruh saat berunjuk rasa di Pendopo Indramayu, Jumat (20/11/2020). 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Handhika Rahman

TRIBUNCIREBON.COM, INDRAMAYU - Para buruh di Kabupaten Indramayu mencurahkan isi hatinya saat melakukan aksi unjuk rasa di depan Pendopo Indramayu, Jumat (20/11/2020).

Aksi tersebut sebagai buntut tidak direkomendasikannya Upah Minimum Kabupaten (UMK) Indramayu 2021 untuk naik.

"Saya mewakili para buruh berpesan kepada pemerintah khususnya Pjs Bupati harus lebih mementingkan kepentingan buruh atau rakyat ketimbang pengusaha," ujar Koordinator Aksi Hadi Haris Kiyandi kepada Tribuncirebon.com.

Ia mengatakan, pemerintah harus bisa melihat realita di lapangan. Para buruh disebutkan Hadi Haris Kiyandi bekerja keras hanya untuk bisa makan.

Gaji atau upah yang didapat para buruh dalam sebulan pun seyogyanya tidak sebanding dengan keuntungan yang didapat para pengusaha.

Seharusnya, pemerintah memiliki keberpihakan lebih kepada kaum buruh. Mereka hanya meminta agar UMK Indramayu 2021 bisa naik.

"Pemerintah harus tahu, buruh bekerja satu bulan itu hanya bisa untuk makan satu minggu saja, sedangkan pengusaha keuntungan satu bulan itu bisa untuk makan satu tahun," ujar dia.

Oleh karena itu, ia mendesak agar rekomendasi UMK Indramayu 2021 yang semula sama dengan tahun 2020 bisa direvisi oleh Pjs Bupati Indramayu Bambang Tirtoyuliono.

Mereka meminta agar UMK 2021 di Indramayu naik sebesar 8,51 persen.

Halaman
123
Penulis: Handhika Rahman
Editor: Mumu Mujahidin
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved