Breaking News:

Kasus Korupsi Majalengka

Bupati Mengaku Tak Mengetahui Terkait Kasus Korupsi di BUMD Pemkab Majalengka

Oleh karena itu, tidak mengetahui pasti apakah ada audit dari akuntan publik atau setoran ke Pemda tiiap tahunnya.

TribunCirebon.com/Eki Yulianto
Bupati Majalengka, Karna Sobahi. 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Eki Yulianto

TRIBUNCIREBON.COM, MAJALENGKA - Bupati Majalengka, Karna Sobahi mengaku tidak mengetahui dugaan praktek penyelewengan di tubuh Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Perusahaan Daerah Sindangkasih Multi Usaha (PDSMU) yang saat ini kasusnya sedang ditangani Kejaksaan Negeri (Kejari) Majalengka.

Saat ditemui di lapangan Tenis Setda, Karna mengaku, saat kasus itu terjadi sedang menjabat sebagai Wakil Bupati.

Oleh karena itu, tidak mengetahui pasti apakah ada audit dari akuntan publik atau setoran ke Pemda tiap tahunnya.

"Karena saya (saat itu) Wakil Bupati, jadi tidak tahu yah. Jadi saya tidak tahu yah. Tahu-tahu sudah kejadian seperti ini," ujar Karna, Kamis (10/9/2020).

Yang jelas, lanjut dia, saat tahun lalu dirinya sudah jadi bupati, tidak ada audit ataupun setoran ke Pemda.

"Tahun kemarin tidak ada (setoran). Karena pertengahan 2019 itu sudah habis masa jabatannya, diisi PLT, waktu itu Pak Aeron," ucapnya.

Lebih jauh Karna menegaskan, sebagai kepala daerah, dirinya menyilakan Kejari Majalengka memroses kasus Tipikor tersebut.

Yang mana, merugikan negara sebesar Rp 2 miliar itu.

Kejari Siapkan Lima Penyidik untuk Tangani Kasus Dugaan Korupsi di PDSMU Majalengka

15 Saksi Diperiksa dalam Kasus Dugaan Tindak Pidana Korupsi di PDSMU Majalengka

"Saya serahkan kepada proses hukum saja. Kita ikuti aja lah perkembangannya, kita hargai proses yang sedang berlangsung," jelas dia.

Halaman
123
Penulis: Eki Yulianto
Editor: Mumu Mujahidin
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved