Suami Jadi Tersangka Pembunuhan Istri
Polisi Ungkap Fakta Lain Kasus Pembunuhan Seorang Istri oleh Suaminya Sendiri di Indramayu
Kejadian nahas yang menimpa J (65) warga Desa/Kecamatan Bangodua, Kabupaten Indramayu mengegerkan warga setempat.
Penulis: Handhika Rahman | Editor: Mutiara Suci Erlanti
Menurut keterangan para saksi, mereka kerap kali bertengkar persoalan ekonomi.
• Corona Belum Hilang, Bos WHO Sebut Harus Siap Hadapi Pandemi Selanjutnya: Ini Bukan Pandemi Terakhir
Sedangkan anak merkea, sudah lama meninggalkan duanya di kampung tanpa pernah sekalipun menjengguk pasutri berusia senja tersebut.
Mereka bekerja di luar kota dan ada pula yang bekerja di luar negeri.
"Anaknya jarang jenggukin, malah tidak pernah sama sekali jenggukin orang tuanya," ujarnya.
Di tempat yang sama, tersangka M mengaku sangat menyesal dengan perbuatan yang dilakukan olehnya.
"Waktu itu khilaf, saya tidak ada uang karena ekonomi, dia minta buat beli beras, buat beli telur," ujar dia.
Seusai Bunuh Istrinya, Suami di Indramayu Langsung Ngeronda
Nasib nahas dialami nenek, J (65) warga Desa/Kecamatan Bangodua, Kabupaten Indramayu.
//
Ia dibunuh dan dikuburkan dengan cara tidak manusiawi oleh suaminya sendiri, M (65).
Kapolres Indramayu, AKBP Suhermanto mengatakan, korban dikuburkan di bawah ranjang kamar mereka sendiri.
• Bupati Kuningan Terjun Langsung Melerai Konflik Petani dan Pengusaha Pembangunan Jalan Lingkar Timur
"Untuk permasalahan yang menyebabkan korban sampai dibunuh itu adalah korban meminta uang untuk belanja sebesar Rp 150 ribu," ujar Kapolres didampingi Kasat Reskrim Polres Indramayu, AKP Hamzah Badaru saat konferensi pers di Mapolres Indramayu, Selasa (8/9/2020).
AKBP Suhermanto menceritakan, setelah memastikan korban benar-benar meninggal dunia dengan cara dicekik, tersangka lalu berkeliling meronda di kampung tempat tinggalnya.
Ia baru pulang ke rumah sekitar pukul 01.00 WIB dan langsung mengali lubang untuk menguburkan istrinya itu di dalam kamar.
Sebelum mengali lubang, tersangka juga sempat mengukur lubang dengan menggunakan dua batang kayu menyesuaikan tubuh korban.