Bagaimana Jika Ada Ular Masuk Ke Rumah Anda? Ini Langkah Kecil Usir Ular Versi BBKSDA Jabar
Terutama jika ular tersebut telah masuk ke rumah warga maka segera hubungi petugas berwenang.
Penulis: Ahmad Imam Baehaqi | Editor: Mumu Mujahidin
Laporan Wartawan Tribuncirebon, Ahmad Imam Baehaqi
TRIBUNCIREBON.COM, CIREBON - Petugas Polisi Hutan Resor KSDA XXII Cirebon Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Barat, Ade Kurniadi Karim, mengimbau masyarakat segera melapor saat menemukan ular di sekitar tempat tinggalnya.
Terutama jika ular tersebut telah masuk ke rumah warga maka segera hubungi petugas berwenang.
"Biss menghubungi jajaran kami ataupun petugas Damkar juga bisa," ujar Ade Kurniadi Karim saat ditemui usai evakuasi tiga ekor ular dari Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Cirebon, Jalan Terusan Pemuda, Kota Cirebon, Kamis (30/1/2020).
• TERNYATA Bisa Ular Bangkai Laut Berbahaya, Selevel dengan Bisa Ular Kobra, Begini Penjelasannya
• BBKSDA Jabar Evakuasi Tiga Jenis Ular dari Damkar Kota Cirebon, Di Antaranya Kobra Jawa dan Piton
Ia mengatakan, sejak awal tahun ini jajarannya telah mengevakuasi lima ekor ular piton (Reticulatus python) termasuk yang dievakuasi kali ini.
Selain piton, pihaknya juga mengevakuasi dua ekor lainnya, yakni ular bangkai laut (Trimeresurus albolabris) dan ular kobra jawa (Naja sputatrix).
Sementara Anggota Komunitas Reptil Kuningan, Dede Juliansyah, mengatakan, saat ada ular masuk ke rumah langkah pertama yang dilakukan ialah jangan membuat ular itu merasa terancam.
Pasalnya, ular yang merasa terancam akan menjadi agresif dan menyerang siapa saja yang dianggap mengancamnya.
• Video Jennifer Dunn Cium Faisal Harris Viral di Medsos, Disebut Sindiran Kepada Sarita Abdul Mukti
• Teddy Ungkap Rahasia Kenapa Lina Jatuh Cinta Kepadanya, Dan Lebih Memilih Tinggalkan Sule
"Kalau ular lagi tenang itu diam saja, tapi saat kita ambil tongkat kemudian mendekatkannya itu ularnya akan merasa terancam," kata Dede Juliasnyah.
Menurut dia, jika ular yang berukuran kecil atau masih bayi bisa ditangani menggunakan sekop sampah kemudian dimasukkan ke ember yang cukup tinggi.
Namun, jika ular tersebut cukup besar maka Dede menyarankan agar ditangani langsung oleh ahlinya.
"Apalagi ada ular berbisa dan tidak berbisa, membedakannya juga sulit sehingga lebih baik ditangani ahlinya saja," ujar Dede Juliansyah.
Bisa Ular Bangkai Laut Berbahaya
Petugas Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Barat mengevakuasi tiga jenis ular dari Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Cirebon, Kamis (30/1/2020).
Di antaranya, ular bangkai laut (Trimeresurus albolabris), ular piton (Reticulatus python), dan ular kobra jawa (Naja sputatrix).
Ketiga ular tersebut dievakuasi dari rumah warga di sejumlah wilayah Kota Cirebon dalam kurun sebulan terakhir.
Rupanya ular bangkai laut sama berbahayanya seperti ular kobra karena bisa mengakibatkan kematian jika tergigit.
Anggota Komunitas Reptil Kuningan, Dede Juliansyah, yang turut serta dalam evakuasi itu menyampaikan, bisa ular bangkai laut dan kobra sama-sama mengandung hemotoksin.
Racun tersebut akan menyerang dan merusak jaringan pembuluh darah hewan ataupun manusia yang digigitnya.
"Sekali gigit bisanya langsung menyebar dan merusak pembuluh darah hingga menyebabkan kematian," kata Dede Juliansyah.
Ia mengakui bisa ular bangkai laut tidak mengandung neurotoksin seperti bisa ular kobra yang dapat merusak jaringan syaraf.
• Pria Penganggugan Lakukan Penghinaan Pada TNI-Polri dan Menhan Prabowo, Begini Postingannya
• Biduan Dangdut Buka Baju dan Lepas Bra di Depan Lelaki Hidung Belang Hebohkan Warga di Barru Sulsel
Namun, ular bangkai laut tetap berbahaya meski bisanya hanya mengandung hemotoksin.
Karenanya, Dede mewanti-wanti agar masyarakat tidak memegang langsung saat menemukan ular tersebur.
Ciri utama ular jenis viper itu yang paling mencolok adalah kepalanya berbentuk seperti segitiga, badannya didominasi warna hijau dan merah di bagian ekornya.
"Ular bangkai laut ini merupakan yang paling berbahaya dan mematikan di kelasnya," ujar Dede Juliansyah.
Bisa ular tersebut, kata Dede, mengakibatkan kematian dalam waktu lima jam setelah gigitan khususnya jika tidak segera mendapatkan pertolongan.
• Kekaisaran Matahari Sunda Empire Tumbang, Giliran King of The King Diruntuhkan Polda Metro Jaya
• Bekas Striker Persib Bandung Jonathan Bauman Gabung Arema FC, Joni Bakal Reuni dengan Mbah Omez
Bahkan, bayi ular itu yang baru dilahirkan sama berbahaya seperti ular dewasanya.
Ia mengatakan, ular bangkai laut biasa hidup di atas dahan pohon dan aktif di malam hari.
"Ular jenis ini melahirkan anak-anaknya bukan bertelur, biasanya bayi ular berjatuhan dari pohon tempat induknya melahirkan," kata Dede Juliansyah.
Pohon-pohon yang menjadi favorit ular bangkai laut biasanya berada dekat dengan pemukiman warga, khususnya di daerah kebun atau hutan.
Dalam sekali reproduksi, ular bangkai laut dapat melahirkan hingga lebih dari 20 ekor.
• Prakiraan Cuaca 33 Kota Besar di Indonesia Besok 31 Januari 2020, Cek Prakiraan Jakarta dan Bandung
• Ramalan Zodiak Besok Jumat 31 Januari 2020, Tugas Rumah Tangga Mungkin Memberatkan Taurus
Dede sendiri pernah mendapati ular bangkai laut yang beranak hingga 25-an ekor.
Musim berkembang biak ular tersebut biasanya terjadi pada pertengahan dan akhir tahun.
"Ular jenis ini juga tergolong agresif dan langsung menyerang saat merasa terancam," ujar Dede Juliansyah.
Artikel ini telah tayang di Tribuncirebon.com dengan judul TERNYATA Bisa Ular Bangkai Laut Berbahaya, Selevel dengan Bisa Ular Kobra, Begini Penjelasannya