Cegah Paham Radikalisme, Kodim 0617 Majalengka Lakukan Hal Ini

Kodim 0617 Majalengka melaksanakan giat sosialisasi dalam pembinaan teritorial (Binter) terpadu.

Cegah Paham Radikalisme, Kodim 0617 Majalengka Lakukan Hal Ini
Tribuncirebon.com/Eki Yulianto
Giat sosialisasi pembinaan terirorial terpadu Kodim 0617 Majalengka 

Salah satu warga Dusun Cakraningrat, Desa Rajagaluh Kidul, Kecamatan Rajagaluh, Kabupaten Majalengka, AA (28) ditangkap Densus 88 Antiteror, Selasa (19/11/2019).

Pria yang beralamat di RT.08 RW.03 itu, berprofesi sebagai driver taxi online.

Orang tua AA, Edi (60) mengatakan, anaknya kesehariannya bekerja sebagai driver taxi online
Kesehariannya yang beroperasi di wilayah Cirebon.

 KESAKSIAN Tetangga Terduga Teroris di Majalengka, Ada Sejumlah Orang di Warung Untuk Mengintai

"Ya, kesehariannya anak saya sebagai driver tadi online. Kesehariannya juga kaya orang lain, biasa saja mas," ujar Edi saat ditemui di rumahnya, Selasa (19/11/2019).

Lanjut Edi, dirinya hanya bisa pasrah atas apa yang telah menimpa anaknya tersebut.

Kini, ia menyerahkan semuanya kepada pihak yang berwajib.

"Harapan saya dan keluarga mah, semoga informasi yang beredar tidak lah benar," ucap dia.

Sementara, tim Densus 88 juga telah menangkap warga lainnya yang masih berada di Desa Rajagaluh Kidul, Kecamatan Rajagaluh, Kabupaten Majalengka.

J (30) warga Dusun Ariyakiban RT.06 RW.03 Desa Rajagaluh Kidul, Kecamatan Rajagaluh, Kabupaten Majalengka.

Menurut informasi yang diterima Tribuncirebon.com, pria terduga teroris itu berprofesi sebagai penjual ayam potong yang sering berkeliling di desanya tersebut.

Kesaksian orang tua dan tetangga terduga teroris

 Dua terduga teroris berhasil ditangkap Densus 88 Antiteror di Desa Rajagaluh Kidul, Kecamatan Rajagaluh, Kabupaten Majalengka, Selasa (19/11/2019).

Keduanya atas nama AA (29) asal Dusun Cakraningrat dan J (30) asal Dusun Ariyakiban yang semuanya berasal dari Desa Rajagaluh Kidul, Kecamatan Rajagaluh, Kabupaten Majalengka.

Salah satu orang tua terduga teroris, Edi (60) mengatakan awalnya dirinya tak mengetahui bahwa anaknya ditangkap oleh tim Densus 88 Antiteror.

 BREAKING NEWS! Dua Terduga Teroris Ditangkap Densus 88 di Rajagaluh Majalengka

 VIDEO - Densus 88 Tangkap 2 Warga Rajagaluh Kidul Terduga Teroris, Tim Inafis Geledah Rumah Terduga

Ia baru mengetahui, ketika ada beberapa warga sekitar rumahnya yang memberikan informasi terkait penangkapan anaknya tersebut.

"Saya tidak tahu awalnya mas, saya juga dikasih tau tetangga bahwa anak saya (AA) ada yang bawa terus dimasukin ke mobil," ujar Edi saat ditemui di rumahnya, Selasa (19/11/2019).

Edi menceritakan, ia tak menyangka bahwa anaknya tersebut terduga sebagai teroris.

Disampaikan dia, selama kesehariannya berada di rumah tak ada tanda-tanda yang mencurigakan yang dilakukan oleh anaknya.

 SEDANG BERLANGSUNG Big Match Timnas Indonesia vs Malaysia, Tonton Via Live Streaming di Sini

"Tidak ada sama sekali mas, kaya biasa saja sehari-harinya," ucap dia.

Sementara, salah satu warga yang melihat penangkapan, Samsudin (40) menceritakan, kejadian bermula sekitar pukul 06.00 WIB di pinggir jalan dekat rumah AA.

Saat dirinya beserta warga lainnya sedang asyik berkumpul di salah satu rumah warga, ia melihat ada sebuah mobil berhenti di pinggir jalan.

Samsudin (40), salah satu warga yang melihat aksi penangkapan
Samsudin (40), salah satu warga yang melihat aksi penangkapan (Tribuncirebon.com/Eki Yulianto)

"Nah saya sama warga lainnya sama sekali tidak curiga bahwa akan ada penangkapan terhadap AA. Beberapa saat kemudian, ada beberapa orang berpakaian preman menyergap orang di gang, lalu saya dan warga lainnya kaget dan segera melihat," kata Samsudin.

"Ketika penyergapan, orang yang ditangkap itu langsung ditutup kepalanya dan langsung dimasukin ke mobil, makanya kami awalnya tidak tahu menahu bahwa itu AA," ungkap dia.

 Ia menceritakan, awalnya juga tak mengira bahwa yang disergap oleh para anggota berpakaian preman itu si AA.

 NASIB Miris Soeharto Sebelum Jadi Presiden, Diperlakukan Tak Adil di Militer dan Jadi Sopir Taksi

Namun, ketika dirinya mencari si AA di rumahnya ternyata tidak ada.

"Saya dan warga lainnya, tidak tahu kalau si AA yang ditangkap. Yang saya tahu AA itu tadi mau ambil air di gang itu (TKP penangkapan), tapi karena AA di cari tidak ada, saya dan warga yakin itu AA," ujarnya.

Samsudin menambahkan, sebelum proses penangkapan, beberapa hari sebelumnya ia melihat ada beberapa orang selalu berada di salah satu warung di sekitar rumah AA.

Bahkan, tiga hari lalu, tepatnya, Sabtu (16/11/2019), beberapa orang tersebut sudah berada di warung itu sejak pagi hingga sore hari.

 Pensiunan PNS Ini Kejang dan Ditemukan Tewas Tergeletak Usai Kencani Waria

"Pantesan saja, kemarin-kemarin tuh ada beberapa orang berada di warung terus, ternyat mereka itu mengintai salah satu warga kami," ucap Samsudin.

Hingga kini, belum diketahui motif penangkapan dua warga Desa Rajagaluh Kidul itu.

Kepolisian Resor (Polres Majalengka) didampingi tim Inafis Polres Majalengka telah menggeledah rumah diduga teroris tersebut.

Dua terduga teroris ditangkap

Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Mabes Polri menangkap dua terduga teroris, Selasa (19/11/2019) pagi.

Keduanya ditangkap di Desa Rajagaluh Kidul, Kecamatan Rajagaluh, Kabupaten Majalengka.

Informasi yang dihimpun Tribuncirebon.com, keduanya terduga teroris itu bernama AA dan Juhro, masing-masing  berasal dari Dusun Cakraningrat dan Dusun Ariyakiban di Desa Rajagaluh Kidul, Kecamatan Rajagaluh, Kabupaten Majalengka.

Penangkapan itu dibenarkan oleh Sekretaris Desa Rajagaluh, Dani Agusriyanto.

Menurut Dani Agusriyanto, penangkapan itu dilakukan oleh Densus 88 Antiteror pada pagi hari sekitar pukul 06.00 WIB di dua lokasi berbeda.

Disampaikan dia, saat ini keduanya sudah diamankan oleh petugas.

"Ya benar tadi pagi sekitar pukul 06.00 WIB ada dua warga Rajagaluh Kidul ditangkap oleh Densus 88 anti teror, yakni inisial AA dan J. Keduanya di Blok yang berbeda. Inisial J itu di RT.06 RW 03, sementara inisial A di RT.08 RW 03," ujar Dani, Selasa (19/11/2019).

 Persija Jakarta Ragu Penuhi Kontrak Mahal Marko Simic, Tim Kaya Seperti Persib Bandung Bisa Menyalip

 TERBONGKAR Misteri Keberadaan Soeharto Saat Sejumlah Jenderal Dibantai Pada Peristiwa G30S/PKI

Petang ini, Kepolisian Resor (Polres Majalengka) didampingi tim Inafis Polres Majalengka tengah menggeledah rumah terduga teroris tersebut.

Pantauan Tribuncirebon.com, penggeledahan itu dilakukan oleh Polres Majalengka sekitar pukul 18.00 WIB. 

Sebulan lalu, Densus 88 Antiteror juga melakukan penangkapan di Kabupaten dan Kota Cirebon serta Kabupaten Indramayu.

Sebanyak tiga terduga teroris jaringan kelompok Jamaah Ansharut Daulah (JAD) ditangkap di wilayah hukum Polres Cirebon selama sepekan terakhir ini.

Kapolres Cirebon, AKBP Suhermanto, mengatakan bahwa berdasarkan informasi dari Mabes Polri, jaringan JAD memiliki sasaran tersendiri untuk melancarkan aksinya.

Sasaran jaringan tersebut yakni, Mabes Polri, kantor polres, polsek, pos polisi, pos lantas, mako Brimob, dan tempat ibadah.

"‎Hal tersebut didapatkan oleh polisi dari keterangan mereka (terduga teroris)," kata Suhermanto saat ditemui di Kecamatan Dukuhpuntang, Kabupaten Cirebon, Jumat (18/10/2019).

 Terduga Teroris Asal Kabupaten Cirebon Ditangkap, Tetangga Sebut OA Sangat Tertutup

Sebelumnya, Tim Densus 88 Antiteror pun menangkap terduga teroris, yakni YF (49), warga ‎Blok Balong RT 27/9, Desa Bojong Lor, Kecamatan Jamblang, Kabupaten Cirebon.

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun Tribun Jabar, terduga teroris YF ditangkap oleh Tim Densus 88 Antiteror pada Minggu (13/10/2019) di daerah Panguragan, Kabupaten Cirebon.

Kemudian,‎ polisi pun menangkap LT, warga Blok Tanah Baru Selatan RT 6/2, Desa Panembahan, Kecamatan Plered, yang diduga sebagai teroris.

LT ditangkap oleh Tim Densus 88 Antiteror pada Senin (14/10/2019) pukul 20.00 WIB di kediamannya.

Dan terakhir, ter‎duga teroris yang kembali ditangkap oleh Tim Densus 88 Mabes Polri, adalah OA (22), warga Blok Lima RT 3/9, Desa Cikalahang, Kecamatan Dukuhpuntang, Kabupaten Cirebon.

 Densus 88 Kembali Amankan 2 Terduga Teroris di Kota Cirebon, Kali Ini Disergap di Depan Toserba

 Dua Terduga Teroris yang Diamankan di Kota Cirebon Diduga Jaringan JAD

 Sosok terduga teroris yang ditangkap Densus 88 di Kota Cirebon rupanya dikenal pendiam dan jarang keluar rumah.

Terduga teroris berinisial W itu merupakan warga Desa Kalitengah, Kecamatan Tengahtani, Kabupaten Cirebon.

Sekretaris Desa Kalitengah, Zaenal Lukman, mengatakan, sosok W hampir tidak pernah bergaul dengan tetangganya.

"Dia kerja di luar Cirebon dan pulang sebulan sekali," ujar Zaenal Lukman saat ditemui di Balai Desa Kalitengah, Kecamatan Tengahtani, Kabupaten Cirebon, Sabtu (19/10/2019).

 Rekening Wahid Husen Diblokir KPK, Istrinya Jualan Nasi Uduk Demi Sambung Hidup Bersama 3 Anaknyya

 Bocah 4 Tahun Terjatuh dari Lantai 7 Rusunawa Tambora, Timpa Motor yang Sedang Diparkir

Namun, menurut dia, setiap pulang itu pun W jarang sekali keluar rumah.

Bahkan, ia mengaku belum pernah melihat W bergaul dengan warga lainnya.

Karenanya, W dikenal sebagai sosok yang sangat pendiam oleh warga Desa Kalitengah.

"Saya enggak tahu kenapa, dan jujur kaget sekali saat mendengar kabar ditangkap Densus 88," kata Zaenal Lukman.

Diberitakan sebelumnya, Densus 88 menangkap W di Asia Toserba, Jl Karanggetas, Kota Cirebon, pada Kamis (17/10/2019).

Terduga teroris itu terindikasi terlibat jaringan Jemaah Anshaarut Daulah (JAD).

Petugas pun menggeledah rumahnya pada Jumat (18/10/2019) dan mengamankan sejumlah barang bukti.

Di antaranya, senjata tajam, buku catatan, laptop, beberapa dokumen, dan lainnya. (Tribuncirebon.com/Eki Yulianto)

Penulis: Eki Yulianto
Editor: Mutiara Suci Erlanti
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved