Mantan Anggota DPR Dapil Majelengka Maruarar Sirait Apresiasi Sikap Bupati Soal Kasus Anaknya

Mantan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indoensia (RI), Maruarar Sirait mengapreasiasi pernyataan Bupati

Mantan Anggota DPR Dapil Majelengka Maruarar Sirait Apresiasi Sikap Bupati Soal Kasus Anaknya
Tribuncirebon.com/Eki Yulianto
Mantan anggota DPR RI, Maruarar Sirait berfoto dengan Bupati & Wakil Bupati, Ketua DPRD Majalengka dan Ketua PWI Majalengka 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Eki Yulianto

TRIBUNCIREBON, MAJALENGKA - Mantan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indoensia (RI), Maruarar Sirait mengapreasiasi pernyataan Bupati Majalengka, Karna Sobahi yang menyerahkan kasus anaknya ke pihak kepolisian.

Menurutnya, kasus yang menimpa anaknya yang bernama Irfan Nur Alam itu, dapat mencuri perhatian publik tanah air, sehingga yang dilakukan oleh Bupati harus dapat apresiasi lebih.

"Saya sebagai mantan anggota DPR RI mewakili dapil Majalengka-Subang-Sumedang tentunya ikut prihatin melihat peristiwa ini. Namun saya kagum atas pernyataan Bupati yang menghormati dan menyerahkan proses ini ke aparat kepolisiaan, meski anaknya sudah ditetapkan tersangka dan ditahan aparat kepolisiaan," ujar Bang Ara sapaan akbranya, Senin (18/1/2019).

Selain itu, ia juga merasa kagum atas adanya perdamaian yang digagas kedua belah pihak yang secara menyatakan perdamaian.

Hal itu, kata dia, sesuai dengan Pancasila sila ke-4, yakni intinya musyawarah mufakat untuk menyelesaikan persoalan.

"Intinya saya mengaperisiasai langkah Bupati yang menghormati hukum, kepolisian yang bekerja secara profesional dan upaya perdamaian yang digagas kedua belah pihak," ucap dia.

Mengenai pernyataan Bupati, Bang Ara berpendapat bahwa pernyataan itu setidaknya patut dicontoh dan diteladani oleh para pejabat publik di Majalengka atau pun di Jawa Barat.

"Ini contoh dan patut menjadi teladan bagi kita semua," kata mantan anggota DPR RI itu.

Sementara itu, putra kedua Bupati Majalengka itu akhirnya ditahan Polres Majalengka setelah dilakukan penyidikan dan dicecar 26 pertanyaan oleh penyidik kepolisian.

Ifran Nur Alam ditetapkan tersangka setelah terbukti melanggar hukum dan secara sah serta meyakinkan melanggar pasal 170 juncto Undang-undang Darurat Pasal 1 ayat 1 tahun 1951 dengan ancaman 20 tahun penjara.

Bupati Mohon Maaf

Bupati Majalengka, Karna Sobahi, ayah dari Irfan Nur Alam, tersangka kasus penembakan terhadap kontraktor, menggelar konferensi pers, menyikapi kasus yang kini dihadapi anaknya.

Ditemani istri, anak pertama beserta suaminya serta anak ketiga Bupati, Karna Sobahi mengatakan, tujuannya digelar pers rilis itu untuk menjaga kondusifitas masyarakat khususnya di Kabupaten Majalengka.

"Saya beserta istri saya dan anak saya, ingin menghaturkan permohonan maaf, sekali lagi permohonan maaf kepada masyarakat khususnya masyarakat Kabupaten Majalengka," ujar Karna Sobahi.

Berikut Tribuncirebon.com telah merangkum 8 pernyataan Bupati Majalengka, Karna Sobahi untuk menyikapi anaknya yang terganjar kasus penembakan:

Bupati Majalengka, Karna Sobahi didampingi istri dan anak-anaknya.
Bupati Majalengka, Karna Sobahi didampingi istri dan anak-anaknya. (Tribuncirebon.com/Eki Yulianto)

1. Siapa pun tidak akan menghendaki peristiwa yang heboh itu terjadi, apalagi melibatkan anak yang merupakan darah daging sendiri.

2. Irfan Nur Alam itu benar, anak kandung saya Karna sobahi yang saat ini mendapat amanah rakyat sebagai bupati mjk 2019 - 2023.

3. Anak saya Irfan Nur Alam benar ASN dan menjabat sebagai kabag ekonomi pembangunan setda mjk

4. Persoalan yang terjadi, penanganannya saya serahkan kepada kepolsian yg berwenang. Sebagai warga negara yang baik saya harus taat hukum, menghormati dan menghargai hukum, saya tidak akan melawan hukum, karna saya tidak punya kekuatan utk itu. Bukti ketaatan anak saya Irfan dan saya sebagai ayahnya, kooperatif dalam pemeriksaan, menjadi tersangka dan sudah ditahan.

5. Saya pernah menjenguk anak saya di sel tahanan Mapolres. Irfan anak saya menghormati proses hukum yang sedang berjalan. Ia sangat legowo dan sabar menerima kenyataan ini. Dan ia menyarankan ke saya fokus melayani masyarakat sebagaimana tugas sebagai seorang kepala daerah. Mendengar semua itu saya merasa iba, tentang kebesaran jiwa anak saya.

Anaknya Ditahan Soal Kasus Penembakan, Bupati Majalengka: Saya Lebih Pilih Anak Daripada Jabatan

Irfan Tembak Kontraktor dan Kini Ditahan, Bupati Karna Sobahi: Maaf ya, Sekali Lagi Mohon Maaf

Gerindra Belum Bisa Tetapkan Calon Bupati & Wabup Untuk Pilkada Indramayu 2020 Karena Alasan Ini

6. Bila berbicara keluarga atau saya sebagai seorang ayah terhadap anak kandung mutlak akan lebih memilih anak. Karena tidak satu pun orang tua (ayah) di dunia ini yang tidak menyangai dan mencintai kepada anaknya. Karana bagi saya anak itu darah daging, dunia akherat, lahir bathin. Anak saya yang di miliki inilah yang akan mengurus ketika tua renta, mendo'akan ketika sudah berada di alam kubur. Terlebih jabatan hanyalah lintasan sementara saja, apalagi usia saya yang sudah 66 tahun nampaknya saya harus lebih sadar dgn makna kehidupan.

7. Jadi peristiwa yang menimpa anak saya dan keluarga, saya pandang dan maknai sebagai ujian dan peringatan agar saya dan keluarga memperbaiki diri dan tentu ibadah kami harus lebih ditingkatkan.

8. Kepada para pejabat atau ASN diminta tetap fokus melayani masyarakat, bekerja sesuai tupoksi, dan terpengaruh kejadian ini.

Pilih Anak Daripada Jabatan

 Bapak dari tersangka kasus penembakan, Karna Sobahi yang sekaligus menjabat sebagai Bupati Majalengka periode 2018-2024 mengatakan dirinya tentu lebih memilih anak daripada jabatan yang kini sedang di emban.

Menurutnya, tidak ada satu pun orang tua di dunia ini yang tidak menyayangi dan mencintai anaknya.

"Bagi saya anak itu darah daging, dunia akhirat dan lahir batin. Anak saya inilah yang akan mengurus ketika saya tua renta, mendoakan ketika saya sudah berada di alam kubur," ujar Karna Sobahi, Minggu (17/11/2019).

Ia menilai, jabatan yang kini dirinya emban hanyalah lintasan sementara saja.

Usianya yang sudah menginjak 66 tahun itu, kata Karna, dirinya harus lebih sadar dengan makna kehidupan.

"Orang tua mana yang menginginkan anaknya dipenjara. Apalagi saya serta istri dan anak sudah menjenguk Irfan di tahanan Mapolres Majalengka menggunakan baju tahanan, rasanya gimana gitu," ucap dia.

Lanjut Karna, sebagai orang tua, ia sebenarnya tidak menghendaki persoalan tersebut menimpa darah dagingnya sendiri.

Meski demikian, jelas dia, diirnya tetap menyerahkan penanganan kasus tersebut kepada kepolisian.

 Seperti di Film Koboi, Anak Bupati Majalengka Muntahkan Tiga Butir Peluru Saat Tembak Kontraktor

 Irfan, Anak Bupati Majalengka yang Menembak Panji Tetap Ditahan, Terancam Kurungan Penjara 20 Tahun

 9 Jam Irfan, Anak Bupati Majalengka Karna Sobahi Diperiksa, Pelapor Cabut Laporan, Pilih Berdamai

"Sebagai warga negara yang baik, saya harus taat hukum, menghormati dan menghargai hukum. Saya tidak akan melawan hukum," kata Bupati Majalengka.

Diketahui, anak dari Bupati Majalengka, Karna Sobahi ditahan oleh Polres Majalengka setelah ditetapkan sebagai tersangka atas kasus penembakan terhadap kontraktor asal Bandung, Panji Pamungkasandi.

Tersangka yang menjabat sebagai Kabag Ekbang Setda Pemda Majalengka itu, resmi di tahan di Rutan Mapolres Majalengka pada, Sabtu (16/11/2019) sekitar pukul 00.10 WIB. (*)

Penulis: Eki Yulianto
Editor: Muhamad Nandri Prilatama
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved