Anak Bupati Majalengka Ditahan

Irfan, Anak Bupati Majalengka yang Menembak Panji Tetap Ditahan, Terancam Kurungan Penjara 20 Tahun

Anak kandung Bupati Majalengka Karna Sobahi, Irfan Nur Alam resmi ditahan oleh pihak Kepolisian. . .

Irfan, Anak Bupati Majalengka yang Menembak Panji Tetap Ditahan, Terancam Kurungan Penjara 20 Tahun
Kolase
Irfan Nur Alam dan Karna Sobahi 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Eki Yulianto

TRIBUNCIREBON.COM, MAJALENGKA - Anak kandung Bupati Majalengka Karna Sobahi, Irfan Nur Alam resmi ditahan oleh pihak Kepolisian Resor Majalengka atas kasus penembakan senjata api terhadap kontraktor asal Bandung, Panji Pamungkasandi.

Tersangka yang juga menjabat sebagai Kabag Ekbang Setda Pemkab Majalengka itu, kini terancam pidana dengan lama kurungan maksimal 20 tahun penjara.

Kapolres Majalengka, AKBP Mariyono didampingi Wakapolres, Kompol Hidayatullah dan Kasat Reskrim, AKP M Wafdan Muttaqin mengatakan, penahanan Irfan Nur Alam dilakukan pada pukul 00.10 WIB, Sabtu (16/11/2019) dini hari tadi.

Sebelum dilakukan penahanan, pria yang juga menjabat sebagai Ketua Perbakin Kabupaten Majalengka itu, telah melewati pemeriksaan oleh para penyidik dengan dicecar 26 pertanyaan.

"Dari hasil pemeriksaan, kita telah dalami dan mengumpulkan alat buktinya. Secara meyakinkan aneh bersangkutan melanggar pasal 170 juncto Undang-undang Darurat Pasal 1 ayat 1 tahun 1951 dengan ancaman hukuman 20 tahun penjara," ujar AKBP Mariyono, Sabtu (16/11/2019).

Lanjut AKBP Mariyono, sebelum melakukan penahanan, pihak telah memeriksa saksi sebanyak 15 orang dengan disertai seorang saksi ahli hukum.

Disebutkan dia, pihaknya juga mengamankan sejumlah barang bukti, seperti buku pistolnberkaliber 9 mm, buku kepemilikan senjata, kartu izin penggunaan senjata dari Mabes Polri dan hasil visum korban.

"Saat ini yang bersangkutan telah kita tahan di Rutan Mapolres Majalengka selama 20 hari sesuai surat perintah penahanan. Ini juga sesuai aturan hukum terkait penahanan pertama," ucap dia.

Sementara, Penasehat Hukum tersangka, Kristiwanto mengatakan, kini kliennya tersebut telah resmi ditahan setelah dilakukan pemeriksaan oleh para penyidik.

Sebab, itu merupakan hak subyektivitas proses penyidik, untuk memperlancar proses penyidikan sementara ditahan.

"Ditahan dalam arti apa, biar proses penyidikan ini berjalan cepat dan lancar," kata Kristiwanto.

Kepsyen foto : Kapolres Majalengka, AKBP Mariyono pimpin konferensi pers, Sabtu (16/11/2029)

Penulis: Eki Yulianto
Editor: Fauzie Pradita Abbas
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved