Ritual Damar Sewu di Kuningan
Damar Sewu Jadi Tanda Seren Taun 2026 Dimulai, Bupati Kuningan Sampaikan Hal Ini
Tradisi Damar Sewu menjadi bagian dari rangkaian Seren Taun 2026 di Cigugur, Kuningan, sebagai simbol cahaya kearifan lokal yang harus terus dijaga.
Penulis: Ahmad Ripai | Editor: Dwi Yansetyo Nugroho
Ringkasan Berita:
- Tradisi Damar Sewu menjadi bagian dari rangkaian Seren Taun 2026 di Cigugur, Kuningan, sebagai simbol cahaya kearifan lokal yang harus terus dijaga.
- Bupati Kuningan menegaskan pentingnya pelestarian budaya sebagai identitas bangsa di tengah arus globalisasi, sementara DPD RI mengapresiasi kekayaan budaya Seren Taun.
- Rangkaian Seren Taun berlangsung enam hari dengan berbagai kegiatan budaya, sosial, dan spiritual, dan puncaknya digelar pada 8 Juni 2026.
Laporan Kontributor Ahmad Ripai
TRIBUNCIREBON.COM- Prosesi penyalaan obor kecil yang dikenal sebagai Damar Sewu kembali digelar di kawasan Paseban Tri Panca Tunggal, Kelurahan Cigugur, Kecamatan Cigugur, Kabupaten Kuningan.
Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian Upacara Adat Seren Taun Tahun Rayagung 1959 Saka atau Seren Taun 2026 yang dilaksanakan pada Kamis (4/6/2026) dan memiliki nilai sakral bagi masyarakat adat setempat.
Bupati Kuningan, H. Dian Rachmat Yanuar, menjelaskan bahwa Damar Sewu atau cahaya seribu pelita tidak hanya bermakna sebagai penerangan secara fisik, tetapi juga sebagai simbol cahaya kearifan lokal yang harus terus dijaga.
Baca juga: Pelajar SMA Kuningan Terseret Bisnis Gelap Narkoba Tembakau Sintetis, Raup Omzet Fantastis
“Melalui ritual Damar Sewu, kita tidak hanya menerangi kegelapan malam. Melainkan cahaya kearifan lokal harus tetap menyala,” ujar Bupati.
Ia menegaskan bahwa pelaksanaan Seren Taun menjadi pengingat pentingnya menjaga identitas budaya sebagai benteng di tengah derasnya arus globalisasi. Menurutnya, kehilangan budaya berarti kehilangan jati diri bangsa.
“Martabat suatu bangsa diukur dari sejauh mana mereka menghargai budayanya sendiri. Maka saat kehilangan budaya berarti kehilangan identitas,” tambahnya.
Baca juga: Pelajar SMA Kuningan Terseret Bisnis Gelap Narkoba Tembakau Sintetis, Raup Omzet Fantastis
Anggota DPD RI, Arya Wedakarna, turut mengapresiasi konsistensi masyarakat adat Cigugur dalam melestarikan tradisi leluhur. Ia menilai Seren Taun memiliki nilai budaya yang tinggi dan layak menjadi warisan yang terus dijaga.
“Saya melihat sebuah festival budaya yang luar biasa. Seren Taun adalah kekayaan budaya Nusantara yang harus terus dijaga dan diwariskan,” ungkapnya.
Sementara itu, Camat Cigugur, Yono Rohmansyah, menyampaikan bahwa rangkaian Seren Taun 2026 berlangsung selama enam hari, mulai 3 hingga 8 Juni 2026, dengan berbagai agenda budaya, sosial, hingga spiritual.
Baca juga: Pelajar SMA Kuningan Terseret Bisnis Gelap Narkoba Tembakau Sintetis, Raup Omzet Fantastis
Berbagai kegiatan telah disiapkan, mulai dari ritual adat seperti Nyandak Pare ti Leuit hingga kegiatan sosial seperti pengobatan gratis, seminar kebangsaan, serta helaran budaya. Puncak acara Seren Taun akan digelar pada 8 Juni 2026.
Lebih dari sekadar perayaan adat, Seren Taun menjadi ruang kebersamaan yang mempertemukan nilai budaya, spiritualitas, dan pelestarian tradisi leluhur agar tetap hidup di tengah masyarakat.
| Detik-detik Rumah di Pinggir Jalan Pantura Tegalgubug Cirebon Terbakar, Kerugian Capai Rp 70 Juta |
|
|---|
| 100 Pengendara Kena Tilang Elektronik di Cirebon Timur, Polisi Ingatkan STNK Bisa Mendadak Terblokir |
|
|---|
| Ironi, Jalan Pengangkut Hasil Tambak Garam di Rawaurip Cirebon Tak Pernah Diaspal Sejak 1970 |
|
|---|
| Kecelakaan Maut di Cipicung Kuningan Akibat Hindari Lubang Jalan |
|
|---|
| Jadwal SIM Keliling di Indramayu Besok 4 Juni 2026, di Perempatan Karangturi dan Desa Cemar |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/cirebon/foto/bank/originals/Bupati-Kuningan-H-Dian-Rachmat-Yanuar-saat-membuka-seren-taun.jpg)