Rabu, 3 Juni 2026
Superhub Kota Cirebon
Selamat Datang Di SuperHub Pemerintah Kota Cirebon

Hukum Salat Jumat di Hari Raya Idul Fitri, Ada Keringanan

Di dalam Kitab Bulughul Maram disebutkan hadits mengenai keringanan Salat Jumat di hari Idul Fitri.

Tayang:
Editor: taufik ismail
Tribuncirebon.com/Eki Yulianto
Kegiatan ibadah Salat Jumat di Masjid Agung Al-Imam Majalengka, Jumat (9/7/2021). 

Allahu Akbar 3X, Allah Maha Besar!

Ma’asyiral  Mukminin, Rahimakumullah,

Dalam momentum hari raya ini, marilah kita menghayati kembali makna fitrah kemanusiaan dan aktualisasinya dalam kehidupan. Kata “fitrah” sering disalahpahami dan dibuat rancu dengan kata “fitri”.

Kata fitrah juga sering digunakan secara kurang tepat, misalnya zakat fitrah, padahal penggunaan istilah yang tepat adalah “zakat al-fithr” atau zakat fitri, bukan zakat fitrah. Hal ini sesuai dengan hadits Nabi SAW:

وَعَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ رضي الله عنهما قَالَ: فَرَضَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ زَكَاةَ الْفِطْرِ طُهْرَةً لِلصَّائِمِ مِنَ اللَّغْوِ وَالرَّفَثِ، وَطُعْمَةً لِلْمَسَاكِينِ...

Hadis ini menegaskan bahwa zakat fitri memiliki dimensi yang sangat mulia: mensucikan jiwa orang yang berpuasa sekaligus menghadirkan keadilan sosial bagi kaum fakir miskin. Dengan demikian, Idul Fitri bukan hanya perayaan spiritual, tetapi juga momentum untuk memperkuat solidaritas kemanusiaan.

Demikian pula, Idul Fitri kerap dimaknai sebagai “عود إلى الفطرة” atau kembali kepada fitrah dalam arti kesucian. Padahal secara semantik Idul Fitri berarti hari raya berbuka atau hari kembali menikmati makanan setelah sebulan penuh berpuasa. Idul Fitri adalah perayaan kemenangan spiritual sekaligus momentum kebahagiaan untuk menikmati kembali anugrah Allah dengan penuh rasa syukur seraya mempererat hubungan dan solidaritas kemanusiaan kita.

Jama’ah shalat Idul Fitri, rahimakumullah …

Makna fitrah dalam berbagai ayat dan hadis Nabi SAW menunjukkan arti: asal kejadian, potensi dan kecenderungan alami manusia sebagaimana ciptaan Allah SWT. Fitrah adalah “program ilahiah” yang ditanamkan Allah dalam diri manusia sejak awal penciptaannya. 

فَاَقِمْ وَجْهَكَ لِلدِّيْنِ حَنِيْفًاۗ فِطْرَتَ اللّٰهِ الَّتِيْ فَطَرَ النَّاسَ عَلَيْهَاۗ

“Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama (Islam); (sesuai) fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu.” (QS. Ar-Rum: 30).

Para ulama seperti Ibn ‘Asyur membagi fitrah manusia menjadi dua: fithrah jasadiyyah dan fithrah ‘aqliyyah. Yang pertama berkaitan dengan kebutuhan fisik manusia, sedangkan yang kedua berkaitan dengan kemampuan akal manusia untuk berpikir rasional, kreatif, dan membangun peradaban. Fitrah kemanusiaan itu mencakup berbagai dimensi kehidupan: fitrah beragama, fitrah mencintai kebersihan, fitrah menjaga kesehatan, fitrah mencintai keindahan, serta fitrah membangun hubungan sosial yang harmonis.

Allahu Akbar 3X, Allah Maha Besar!

Jamaah shalat Idul Fitri yang dimuliakan Allah,

Puasa Ramadhan yang baru saja kita lalui sejatinya adalah pendidikan fitrah kemanusiaan. Puasa mengajarkan kesabaran, empati, pengendalian diri, serta kepedulian terhadap penderitaan orang lain.

Sumber: Tribun Cirebon
Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved