Imlek 2026
Kue Keranjang Babah Bancin dan Kenangan di Pabuaran Cirebon, Catatan Menjelang Hari Raya Imlek
Babah Bancin seorang penjual kue keranjang di Pabuaran Cirebon. Sosoknya kerap muncul menjelang Imlek.
Kue Keranjang Babah Bancin
Catatan Menjelang Hari Raya Imlek
Dulu Imlek dilarang dirayakan secara terbuka oleh Pemerintah Orba melalui Inpres. Lalu datang Gus Dur mencabutnya. Biografi kecil ini ditulis untuk mengenang suasana Imlek dan hubungan antar-ras di desa.
TRIBUNCIREBON.COM - Ada toko kelontong besar, mungkin satu-satunya yang terbesar di desa saya waktu itu, Desa Pabuaranwetan, Pabuaran, Cirebon.
Toko itu menghadap ke barat, 75 meter dari pasar desa. Meski tidak ada nama toko terpampang di depan, semua orang tahu itu milik Babah Bancin, pedagang keturunan Tionghoa yang ramah.
Belakangan saya tahu nama nasionalnya: Basir. Nama yang Islami. Rimanya mirip dengan nama aslinya.
Nama itu kemudian dipampang sejak toko itu pindah ke sisi utara. Tertera pada papan kayu warna kuning bertulis hitam: "Toko Baik Basir".
Toko lamanya ditempati adiknya, pasangan suami isteri Ban Wan dan Winci, penjual kecap paling sohor di desa kami. Sejak itu, orang-orang kampung memanggilnya Babah Basir, selain Bancin.
Hari Raya Imlek
Tibalah hari Imlek. Anak-anak kampung tak pernah tahu tanggal persisnya. Kalender tidak mewarnai merah atau biru, yang anak-anak bisa menandai. Imlek masih haram dirayakan secara terbuka oleh Pemerintah Orba. Sampai harus mengeluarkan Inpres tahun 1967.
Di tengah ketidaktahuan, Babah Bancin lah penandanya. Anak-anak kampung hafal, kalau ia sudah menata kue-kue keranjang di atas bupet kaca, sebentar lagi Imlek tiba. Kue itu muncul hanya saat Imlek. Seperti bedug yang ditabuh bertalu-bertalu bagi idul fitri, seperti itu Babah Bancin menjadi serupa muadzin bagi Imlek.
Ketika Imlek akhirnya tiba, anak-anak berbaris riang menyaksikan lampion merah bergaris emas digantung di langit-langit tokonya. Ada simpul Tionghoa menjuntai, berderai-derai ditiup angin.
Selain takjub, barisan anak-anak itu sebetulnya siasat belaka. Kalau kerumunana sudah bikin kocar-kacir pembeli, Babah Bancin akan tergopoh-gopoh membagi irisan tipis kue keranjang ke anak-anak agar bubar.
Irisan yang sebetulnya untuk cicipan pembeli. Di antara anak-anak itu ada saya berdiri di depan memimpin barisan.
Ibu datang ke toko mengajak saya yang baru membubarkan diri dari gerombolan pura-pura melihat lampion itu. Kini level saya naik dari perusuh ke pembeli yang terhormat. Bikin teman-teman sebaya iri melihat perubahan ini.
Di rumah, Ibu mengiris seperti Babah Bancin mengirisnya. Diiris sejumlah sama dengan jumlah anak-anak dan keponakan-keponakan yang mengelilinginya.
| Perayaan Tahun Baru Imlek 2577 di Kuningan, Pengurus Klenteng Kun An Tong Jelaskan Arti Kuda Api |
|
|---|
| Lilin Imlek 1.000 Kati di Vihara Dewi Welas Asih Cirebon Tembus Rp 26 Juta, Bisa Menyala 5 Bulan |
|
|---|
| 20 Link Twibbon Sambut Tahun Kuda Api, Imlek 2026 Disebut Jadi Momentum Penuh Semangat |
|
|---|
| Gong Xi Fa Cai!, Inilah 20 Kata-kata Selamat Tahun Baru China 2026 yang Penuh Semangat |
|
|---|
| 30 Link Twibbon Imlek 2026 Shio Kuda Api, Pakai Jadi Foto Profil, Bagikan ke Media Sosial |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/cirebon/foto/bank/originals/Hasan-Aoni-Azis.jpg)