Grebeg Syawal
Grebeg Syawal Keraton Kanoman Cirebon, Tradisi Ziarah hingga Sedekah Koin yang Masih Lestari
Tradisi Grebeg Syawal terus dilestarikan oleh keluarga besar Kesultanan Kanoman Cirebon setiap usai Hari Raya Idulfitri.
Penulis: Eki Yulianto | Editor: Mutiara Suci Erlanti
Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Eki Yulianto
TRIBUNCIREBON.COM, CIREBON- Tradisi Grebeg Syawal terus dilestarikan oleh keluarga besar Kesultanan Kanoman Cirebon setiap usai Hari Raya Idulfitri.
Tahun ini, prosesi Grebeg Syawal kembali digelar pada hari kedelapan Idulfitri, Senin (7/4/2025), dengan ziarah ke makam leluhur di Komplek Astana Gunung Jati, Kabupaten Cirebon.
Pantauan di lokasi, iring-iringan keluarga Keraton Kanoman tiba di komplek makam Sunan Gunung Jati sekitar pukul 06.55 WIB.
Rombongan tersebut dipimpin oleh Patih Keraton Kanoman, Pangeran Patih Raja Muhammad Qodiran.
Sesampainya di lokasi, mereka masuk melalui pintu utama dan naik ke puncak Gunung Sembung yang menjadi tempat dimakamkannya Syekh Syarif Hidayatullah atau Sunan Gunung Jati.
Baca juga: Pagi-Pagi Sudah Padat, Grebeg Syawal di Cirebon Bikin Astana Gunung Sembung Dipenuhi Peziarah
Rombongan keluarga Keraton Kanoman juga melewati tujuh pintu atau Lawang Pitu menuju ruangan dalam makam, yakni Pintu Pasujudan, Ratna Komala, Jinem, Rararoga, Kaca, Bacem dan Teratai.
Momentum langka ini turut dimanfaatkan warga sekitar untuk menggelar doa bersama di depan Lawang Pitu.
Setelah bertahlil dan berdoa di dalam makam utama, prosesi dilanjutkan dengan berziarah ke makam-makam leluhur lainnya, seperti Panembahan Ratu I, Sultan-sultan Cirebon, hingga makam Putri Ong Tien Nio, istri Sunan Gunung Jati yang berasal dari Tiongkok.
Rangkaian Grebeg Syawal kemudian dilanjutkan ke Pasanggrahan Kanoman untuk beristirahat.
Di sana, keluarga dan kerabat Keraton Kanoman disuguhi hidangan khas Cirebon oleh para Jeneng dan Kraman Astana Gunung Jati.
Usai jamuan, tradisi surak atau pembagian uang sedekah kepada masyarakat turut digelar.
Suasana pun semakin semarak saat warga berebut uang koin yang dibagikan secara simbolis oleh keluarga keraton.
Sekretaris Kesultanan Kanoman, Gusti Ratu Raja Arimbi Nurtina menyampaikan bahwa tradisi ini merupakan bagian dari upaya pelestarian budaya sekaligus bentuk doa bersama untuk keselamatan umat.
“Alhamdulillah, pada hari ini atau 8 Syawal, kami Kesultanan Kanoman Cirebon masih eksis melaksanakan ritual Grebeg Syawal."
Grebeg Syawal di Cirebon: Tamiri Rebut Koin Demi Berkah, Keluarga Kesultanan Kanoman Pimpin Ziarah |
![]() |
---|
Jaroah, Emak-emak yang Dapat 1 Koin Hasil Surak Grebeg Syawal Keraton Kanoman, Berharap Keberkahan |
![]() |
---|
Momen Ziarah Grebeg Syawal, Ratusan Emak-emak Padati Kompleks Makam Sunan Gunung Jati Cirebon |
![]() |
---|
Warga Senang dapat Koin Surak dari Keluarga Keraton Cirebon di Grebeg Syawal, Dipercaya Penuh Berkah |
![]() |
---|
Imbas Pandemi Covid-19, Keluarga Keraton Kanoman Cirebon yang Mengikuti Grebeg Syawal Dibatasi |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.