Tips Mudik Bagi Pengguna Mobil Listrik atau Electric Vehicle pada Lebaran 2024

Saya tidak menyarankan para pemudik menggunakan EV dengan jarak tempuh lebih dari 200 KM

Editor: dedy herdiana
Tribun Jabar/Deanza F
Ilustrasi mudik - Kondiri ruas jalan memasuki Tol Cipali di Km 72, Purwakarta, Jawa Barat pada Selasa (18/4/2023) mulai dipadati kendaraan mudik. 

Laporan Wartawan TribunJabar, Nappisah

TRIBUNCIREBON.COM, BANDUNG - Para pengguna kendaraan listrik Electric Vehicle (EV) sebaiknya bijak dalam memilih kendaraan untuk mudik, lantaran belum meratanya Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU). 

Hal tersebut disampaikan oleh Pengamat Otomotif, Jusri Pulubuhu guna antisipasi lonjakan kendaraan saat musim mudik. 

Baca juga: Jasa Raharja Cirebon Siap Jamin Santunan Korban Lakalantas Saat Momen Mudik Lebaran

"Volume kendaraan yang tinggi dibanding tahun lalu akan menimbulkan kemacetan. Saya tidak menyarankan para pemudik menggunakan EV dengan jarak tempuh lebih dari 200 KM," ujarnya, saat dihubungi Tribunjabar.id, Minggu (31/3/2024). 

Jusri menuturkan, rata-rata jarak tempuh kendaraan listrik mencapai 300 Kilometer hingga 650 Kilometer.

"Pada situasi mudik, volume kendaraan itu over kapasitas. Kemudian akan ada rekayasa lalu lintas seperti one way, ganjil genap, menjadi pr bagi pengendara EV mengingat keterbatasannya stasiun charger," paparnya. 

Kemudian, para pengendara harus mengantisipasi puncak arus mudik maupun balik. 

"Harus diantisipasi, kecuali sebelum musim mudik sudah bergerak menuju daerah tujuan. Selain itu bisa menghindari macet di jalanan," kata Jusri. 

Lebih lanjut, ukuran kendaraan EV bukan jarak tempuh, namun waktu tempuh yang harus diperhatikan.

"Yang biasanya jarak tempuh Jakarta-Semarang hanya empat jam, karena rekayasa lalu lintas dengan trafic tinggi, bisa saja sampai sepuluh jam," katanya. 

Baca juga: Jelang Mudik Lebaran, Besi Pembatas Jalan Tol Cipali Subang Malah Dipreteli Pencuri

Hal tersebut dapat menguras daya baterai kendaraan listrik. 

"Pada saat terjebak macet, sebaiknya buka ventilasi udara, kemudian matikan mesinnya agar tidak menyedot daya baterai," ungkapnya. 

Jusri menyarankan, para pengguna kendaraan listrik tidak membawa beban berlebih.  

"Karena akan over kapasitas, nantinya ada beberapa faktor yang akan terganggu seperti aspek dari kenyamanan maupun aspek stabilitas kendaraan," ujarnya.  

"Konsumsi daya akan terganggu karena kendaraan akan menggunakan daya lebih saat menggerakan bobot yang lebih berat," katanya. 

Halaman
12
Sumber: Tribun Cirebon
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved