Senin, 18 Mei 2026
Superhub Kota Cirebon
Selamat Datang Di SuperHub Pemerintah Kota Cirebon

Suku Bunga Turun

Benarkah Dampak Penurunan Suku Bunga BI, Membawa Angin Segar Bagi Sektor Otomotif? 

Penurunan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) berpotensi memberikan dampak positif bagi sektor otomotif. 

Tayang:
TRIBUNNEWS/RIA ANASTASIA
Ilustrasi Otomotif. Benarkah Dampak Penurunan Suku Bunga BI, Membawa Angin Segar Bagi Sektor Otomotif?  

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Nappisah


TRIBUNCIREBON.COM, BANDUNG - Penurunan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) berpotensi memberikan dampak positif bagi sektor otomotif

Sebelumnya, BI rate sebesar 25 basis poin ke level 6 persen dengan suku bunga Deposit Facility sebesar 5,25 persen dan suku bunga Lending Facility sebesar 6,75 persen.

Direktur Eksekutif Segara Research Institute Piter Abdullah Redjalam mengatakan suku bunga diprediksi akan kembali turun menjelang akhir tahun. 

Baca juga: Logistik Pemilu Tahap 1 Tiba di Gudang Pronggol Cirebon, Ada Segel Kertas Sebanyak 26.326 Keping.

"Bank sentral Amerika Serikat (AS) The Federal Reserve (The Fed) kemarin memangkas suku bunga acuan sebesar 50 basis points (bps) menjadi 4,75-5,0 persen, dan BI hanya memangkas 25 basis poin," ujarnya, saat dihubungi Tribunjabar.id, Senin (30/9/2024). 

Pemangkasan suku bunga tersebut pertama sejak Maret 2020 atau empat tahun lalu saat awal pandemi Covid-19.

Dia menuturkan, BI berpeluang menurunkan kembali suku bunga sebesar 25 basis poin pada akhir tahun mendatang. 

"Jadi suku bunga bisa saja kembali turun, sangat besar peluang BI menurunkan suku bunga. Masih ada 25 basis poin," ucapnya. 

Baca juga: Mengintip Upacara Adat Nyangku di Panjalu Ciamis, Kearifan Lokal Lestarikan Warisan Budaya Tak Benda

Penurunan suku bunga tersebut berpeluang berdampak positif bagi sektor otomotif. Suku bunga berfluktuasi berdasarkan penawaran dan permintaan kredit, inflasi. 

Penurunan suku bunga tersebut disambut positif oleh sejumlah perusahaan otomotif kendaraan roda empat. 

"Semoga ini jadi angin segar, ya. Secara keseluruhan, pasar otomotif sedang cukup tertekan, melihat kondisi ekonomi cukup struggling dan penjualan juga turun dibanding tahun lalu. Saya prediksi (penjualan otomotif) akan turun, tapi belum bisa diprediksi turun berapanya," ujar Ricky Thio, Chief Operating Officer PT Eurokars Motor Indonesia. 

Meski demikian, penjualan yang menurun tersebut tidak akan berlangsung lama. 

Baca juga: Puluhan Massa Geruduk Kantor Dewan Desak Calon Ketua DPRD Sumedang Mundur, Ada Apa?

"Kami yakin hanya sebentar, dan berkeyakinan akan kembali menggeliat. Dolar terhadap rupiah juga sudah membaik," imbuhnya. 

Lebih lanjut, dia menyebut Jawa Barat, daerah yang sangat diperhitungkan untuk penjualan produk pihaknya setelah DKI Jakarta.

"Dalam dunia otomotif, promosi harus gencar, kemudian lebih dekat dengan konsumen karena data base itu penting, dan menjaga ketersediaan stok, terakhir pelayanan after sales itu sangat penting," ungkapnya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved