Syarat Warga yang Ingin Pinjam Beras ke Kades Kawunghilir Majalengka, Cukup Bawa Ini

Kepala Desa Kawunghilir, Kecamatan Cigasong, Kabupaten Majalengka, Yosa Novita, menggulirkan program pinjam beras bagi warganya.

Tribuncirebon.com/Ahmad Imam Baehaqi
Kepala Desa Kawunghilir, Yosa Novita 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Ahmad Imam Baehaqi


TRIBUNCIREBON.COM, MAJALENGKA - Kepala Desa Kawunghilir, Kecamatan Cigasong, Kabupaten Majalengka, Yosa Novita, menggulirkan program pinjam beras bagi warganya.


Program yang menggunakan dana pribadi tersebut untuk membantu warga memenuhi kebutuhan sehari-harinya terutama di saat harga beras di pasaran bergejolak seperti sekarang.


Bahkan, menurut dia, bagi warga yang hendak meminjam beras pun syaratnya cukup mudah, yakni menunjukkan KTP yang menerangkan domisili di Desa Kawunghilir.

Baca juga: Harga Beras Bergejolak, Kades Kawunghilir Majalengka Luncurkan Program Pinjam Beras untuk Warga


Warga cukup mendatangi rumahnya yang berada tak jauh dari Balai Desa Kawunghilir sambil menunjukkan KTP berhak mendapatkan pinjaman beras maksimal 10 kilogram perkepala keluarga (KK).


"Pembayarannya fleksibel, menggunakan beras sesuai jumlah yang dipinjam ataupun uang tunai," ujar Yosa Novita saat ditemui usai peringatan Maulid Nabi Muhammad Saw di Balai Desa Kawunghilir, Kecamatan Cigasong, Kabupaten Majalengka, Selasa (26/9/2023).


Ia mengatakan, warga diberi waktu satu bulan untuk menembalikan pinjaman beras tersebut, tetapi sifatnya tidak memaksa untuk wajib membayar saat tiba jatuh tempo.


Namun, pihaknya memastikan harga yang diberikan bagi warga yang hendak mengembalikan pinjaman beras ialah harga di tingkat penggilingan beras, sehingga lebih murah dibanding pasaran.


"Yang terpenting tidak ada warga Desa Kawunghilir yang tidak makan, tapi rata-rata dalam kurun satu bulan warga sudah mengembalikan pinjaman berasnya," kata Yosa Novita.


Kepala desa yang akrab disapa Bunda Yosa tersebut menyampaikan, beras yang dipinjamkan kepada warga menggunakan hasil panen dari sawah bengkok atau jatah yang didapatkan kepala desa.

Baca juga: Pemkab Majalengka Bakal Gelar Operasi Pasar Murah Khusus Beras, Ini Waktunya


Ia memastikan, persediaan beras yang digunakan untuk program pinjam beras itu pun aman, karena masih memiliki hasil panen dari bidang tanah milik pribadinya.


"Mudah-mudahan, stoknya mencukupi sampai seterusnya, karena program ini sangat membantu warga di saat harga beras bergejolak seperti sekarang," ujar Yosa Novita.


Bunda Yosa mengakui, pada dasarnya program itu digulirkan agar warga memiliki rasa tanggung jawab, sehingga tidak hanya mengandalkan bantuan untuk kebutuhan sehari-harinya.


Selain itu, program pinjam beras yang diluncurkan sejak 18 Januari 2023 itu bertujuan mencegah warga nekat meminjam uang ke bank emok untuk membeli beras.


"Kalau meminjam uang ke bank emok bakal lebih menyusahkan lagi, dan program pinjam beras minimalnya bisa membantu warga, sehingga tidak malas untuk bekerja," kata Yosa Novita.

Sumber: Tribun Cirebon
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved