Harga Beras Bergejolak, Kades Kawunghilir Majalengka Luncurkan Program Pinjam Beras untuk Warga

Yosa tak mau warganya kelaparan dan harus terlilit utang ke bank emok gara-gara harga beras naik.

Penulis: Ahmad Imam Baehaqi | Editor: taufik ismail
Tribuncirebon.com/Ahmad Imam Baehaqi
Kepala Desa Kawunghilir, Yosa Novita, saat ditemui usai peringatan Maulid Nabi Muhammad Saw di Balai Desa Kawunghilir, Kecamatan Cigasong, Kabupaten Majalengka, Selasa (26/9/2023) malam. 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Ahmad Imam Baehaqi

TRIBUNCIREBON.COM, MAJALENGKA - Kepala Desa Kawunghilir, Yosa Novita, tampaknya mempunyai terobosan tersendiri dalam menyikapi gejolak harga beras di pasaran.

Orang nomor satu di desa yang berada di Kecamatan Cigasong, Kabupaten Majalengka, itu, meluncurkan program pinjam beras yang berasal dari dana pribadi kepada warganya.

Bahkan, warga yang meminjam beras ke kepala desa pun diperkenankan untuk membayarnya secara fleksibel, dan dapat menggunakan beras kembali sesuai jumlah yang dipinjam maupun uang tunai.

"Kalau bayarnya menggunakan uang, harganya sesuai yang berlaku di penggilingan beras, sehingga lebih murah dibanding harga pasar," kata Yosa Novita saat ditemui usai peringatan Maulid Nabi Muhammad Saw di Balai Desa Kawunghilir, Kecamatan Cigasong, Kabupaten Majalengka, Selasa (26/9/2023) malam.

Ia mengatakan, sebenarnya program pinjam beras bagi warga Desa Kawunghilir itu digulirkan sejak 18 Januari 2023, tetapi saat harga beras bergejolak seperti sekarang jumlahnya meningkat.

Menurut dia, peningkatan jumlah warga yang meminjam beras tercatat mencapai kira-kira 10 persen dibanding biasanya, khususnya sejak harga beras bergejolak beberapa waktu lalu.

Pihaknya mengakui, program pinjam beras tersebut pada dasarnya bertujuan membantu warga Desa Kawunghilir untuk memenuhi kebutuhan sehari-hariya terutama beras.

"Program pinjam beras ini supaya warga tidak nekat meminjam uang ke bank emok, karena dikhawatirkan akan membuat mereka lebih kesusahan lagi," ujar Yosa Novita.

Ia memastikan, program itu berpatokan pada harga di tingkat penggilingan beras, sehingga di bawah harga pasaran yang kini mencapai Rp 14 ribu per kilogram untuk beras medium.

Pasalnya, wanita yang akrab disapa Bunda Yos itu tidak menginginkan terdapat warga Desa Kawunghilir tidak bisa makan akibat meningkatnya harga beras di pasaran.

"Enggak ada istilahnya saya kasih harga lebih mahal meski sedikit, yang terpenting warga bisa makan, dan tidak meminjam uang di bank emok," kata Yosa Novita.

Yosa juga bersyukur saat ini pemerintah telah mulai menyalurkan program bantuan beras sebanyak 10 kilogram untuk warga terdampak kenaikan harga beras di pasaran.

Terlebih, direncanakan program tersebut bakal digulirkan hingga akhir tahun ini, sehingga diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan beras masyarakat di desanya.

"Program pinjam beras bagi warga Desa Kawunghilir juga tetap berjalan meski pemerintah sudah menyalurkan bantuan beras kepada masyarakat," ujar Yosa Novita.

Baca juga: Pemkab Majalengka Bakal Gelar Operasi Pasar Murah Khusus Beras, Ini Waktunya

Sumber: Tribun Cirebon
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved