Muncul Sinar Api di Kawah Gunung Papandayan, Tanda-tanda Status Meningkat? Ini Hasil Pantauan PVMBG

Kabar terbaru aktivitas Gunung Papandayan terungkap adanya sinar api di kawah yang terekam kamera dari area parkir Papandayan.

Editor: dedy herdiana
PVMBG
Kabar terbaru aktivitas Gunung Papandayan terungkap adanya sinar api di kawah yang terekam kamera dari area parkir Papandayan 

4. Pengukuran gas udara ambien disekitar area kawah menggunakan detektor multigas terdeteksi gas-gas vulkanik seperti SO2 dengan konsentrasi tinggi pada jarak 500 meter dari sumber manifestasi solfatara (Lampiran II).

5. Dari data kegempaan memperlihatkan adanya peningkatan gempa-gempa Vulkanik Dangkal pada kurun waktu Bulan Januari 2023, dan peningkatan Gempa Low Frequency yang berfluktuasi pada kurun waktu Januari 2023 hingga Februari 2023.

Keberadaan gempa-gempa ini bisa memberikan indikasi adanya dinamika rekahan pada area sekitar kawah dan pergerakan aliran fluida ke permukaan (Lampiran III).

6. Warna sinar biru yang berasal dari manivestasi belerang di Kawah Baru dan sekitarnya disebabkan oleh titik didih belerang yang mencapai suhu 445°C dan kontak dengan udara sekitar yang mengakibatkan terlihatnya warna merah hingga biru tergantung kepada suhu titik lebur dan titik didih manivestasi belerang tersebut. Semakin tinggi suhu belerang yang mendekati titik didih, maka akan terlihat berwarna biru.

Area parkir di TWA Gunung Papandayan beberapa tahun lalu. - Kabar terbaru aktivitas Gunung Papandayan terungkap adanya sinar api di kawah yang terekam kamera dari area parkir Papandayan.
Area parkir di TWA Gunung Papandayan beberapa tahun lalu. - Kabar terbaru aktivitas Gunung Papandayan terungkap adanya sinar api di kawah yang terekam kamera dari area parkir Papandayan. (Tribunjabar.id/Sidqi Al Ghifari)

Berdasarkan hasil pengamatan tersebut PVMBG mengeluarkan kesimpulan, yakni:

- Fenomena spot panas atau titik api/sinar api yang terpantau pada kamera bisa disebabkan oleh adanya aliran fluida yang naik ke permukaan karena dinamika rekahan yang terjadi pada area kawah dan menyebabkan pemanasan di area kawah, serta menimbulkan reaksi dengan batuan terutama endapan belerang yang ada disekitar lubang kawah sehingga menimbulkan titik api/sinar api.

- Hasil pengamatan lapangan menunjukkan bahwa aktivitas solfatara Kawah Manuk, Kawah Mas, dan Kawah Baru di dalam area Kawah Papandayan masih tergolong normal. Jika dibandingkan dengan hasil pengukuran sebelumnya yang dilakukan oleh pengamat, maka tinggi asap, tekanan emisi, dan temperatur gas solfatara relatif sama dan tidak memperlihatkan peningkatan.

- Konsentrasi gas SO2 dan H2S dapat terukur melebihi ambang normal di dalam area 500 meter dari Kawah Mas (ambang normal bagi kesehatan untuk SO2 = 5 ppm, H2S = 10 ppm). Oleh karena itu pengunjung/wisatawan perlu mewaspadai dampak buruk dari paparan gas belerang tersebut terhadap kesehatan. Dampak buruk gas SO2 dan H2S dapat menimbulkan iritasi pada mata, batuk, sesak napas, sakit kepala, mual, lemas, hingga dapat menimbulkan kematian.

- Berdasarkan hasil evaluasi secara menyeluruh maka tingkat aktivitas Gunung Api Papandayan pada tanggal 1 Maret 2023 pukul 06.00 WIB masih pada Level I (Normal) dengan rekomendasi yang disesuaikan dengan potensi ancaman bahaya terkini, sebagai berikut :

  • Masyarakat di sekitar G. Papandayan dan pengunjung, wisatawan, pendaki agar tidak memasuki radius 500 meter dari kawah-kawah aktif G. Papandayan dan tidak boleh menginap dalam kawasan kawah-kawah aktif yang ada di dalam kompleks G. Papandayan, serta ketika cuaca mendung dan hujan dikarenakan terdapatnya gas-gas vulkanik yang dapat membahayakan kehidupan manusia.
  • Masyarakat di sekitar G. Papandayan, pedagang, wisatawan, pendaki, dan pengelola wisata G. Papandayan agar mewaspadai terjadinya anomali hembusan gas vulkanik dan letusan freatik dan yang bersifat tiba-tiba dan tanpa didahului oleh gejala-gejala vulkanik yang jelas.
  • Masyarakat di sekitar G. Papandayan diharap tenang, beraktivitas seperti biasa, tidak terpancing isu-isu tentang letusan G. Papandayan, tetap memperhatikan perkembangan kegiatan G. Papandayan yang dikeluarkan oleh PVMBG dan BPBD setempat dan selalu mengikuti arahan dari BPBD setempat.
  • Masyarakat dapat memantau Informasi perkembangan aktivitas vulkanik Gunung Api Papandayan dan gunung api lainnya di Indonesia melalui aplikasi Magma Indonesia atau pada website magma.esdm.go.id.
  • Tingkat aktivitas Gunungapi Papandayan dapat dievaluasi kembali jika terdapat perubahan aktivitas secara visual dan instrumental yang signifikan.

(*)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved