Breaking News:

Pemilu 2024

Mantan Wakil Ketua DPR RI Priyo Santoso Ingatkan Bahayanya Buzzer Jelang Pemilu 2024

Mantan Wakil Ketua DPR RI, Priyo B Santoso mengingatkan soal bahayanya buzzer menjelang Pemilu 2024.

Penulis: Eki Yulianto | Editor: Mutiara Suci Erlanti
Tribuncirebon.com/Eki Yulianto
Mantan Wakil Ketua DPR RI atau Wakil Ketua ICMI, Priyo B Santoso 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Eki Yulianto


TRIBUNCIREBON.COM, MAJALENGKA- Mantan Wakil Ketua DPR RI, Priyo B Santoso mengingatkan soal bahayanya buzzer menjelang Pemilu 2024.


Hal itu ia sampaikan saat bertandang ke Kabupaten Majalengka, Jawa Barat untuk menjadi pembicara dalam kegiatan 'Seminar Nasional' yang digelar di Universitas Majalengka (Unma), Kamis (5/1/2023).


Menurutnya, menjelang Pemilu 2024 nanti, banyak pekerjaan rumah (PR) yang masih menjadi catatan bagi pemerintah.


Terutama, perihal munculnya fenomena baru, yang mana adanya sebutan-sebutan seperti buzzer, cebong, kampret dan sebagainya.


"PR yang belum selesai sekarang adalah mengenai lahirnya fenomena baru dan ini saya sebut sebagai 'This is varians of democration', varian penyakit demokrasi yang bahaya, yang sejak lahir sudah ada."


"Terutama sekarang ini, lahirnya buzzer," ujar Priyo kepada Tribun, Kamis (5/1/2023).


Wakil Ketua DPR RI periode 2009-2014 itu mengatakan, para buzzer ini menurutnya menjadi penyakit demokrasi yang telah aku atau membahayakan.

Mantan Wakil Ketua DPR RI atau Wakil Ketua ICMI, Priyo B Santoso
Mantan Wakil Ketua DPR RI atau Wakil Ketua ICMI, Priyo B Santoso (Tribuncirebon.com/Eki Yulianto)


Sebab, mereka kerap menipu opini publik yang mana seolah-olah mereka bersuara atas nama publik.


"Padahal, banyak di antara mereka sebenarnya hanya menimbulkan efek perpecahan dan gesekan sosial," ucapnya.


Yang membuat pria kelahiran Trenggalek, Jawa timur itu makin geleng-geleng kepala, yakni banyaknya buzzer yang dihidupi oleh para penguasa.


Pada penguasa itu bisa datang dari politisi-politisi itu sendiri.


"Ini adalah peninggalan warisan yang buruk, kami meminta betul apapun tujuannya, hendaknya harus hapus cebong kampret."


"Boleh berlaku sesaat, tetapi tidak boleh kemudian kita lestarikan yang ujungnya perpecahan nasional, resikonya terlalu besar, karena bangsa kita kan majemuk, selama ini kita dipuji sebagai majemuk tapi masih besar."


"Tapi kalau eksis cebong kampret ini dilestarikan ini bahaya dan parahnya ada yang memang melestarikan, itu membuat kita kecewa," jelas pria yang juga Wakil Ketua ICMI itu.


Sementara, ia juga mengingatkan bahwa penyelenggaraan Pemilu 2024 yang kurang lebih satu tahun lagi bakal diselenggarakan itu harus dibarengi dengan tingkat keamanan dan kesehatan yang tinggi.


Jangan sampai, kasus pemilu sebelumnya yang banyak makan korban jiwa akibat kelelahan terulang.


"KPU pusat sudah dipastikan mewanti-wanti kepada aparatnya sampai tingkat KPPS, aspek kesehatan menjadi prioritas untuk dijaga," katanya.

Sumber: Tribun Cirebon
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved