Breaking News:

Buntut Kenaikan Harga BBM, Pengusaha Wisata di Kuningan Rasakan Hal Ini

Buntut kenaikan harga BBM (Bahan Bakar Minyak) yang terjadi beberapa waktu terakhir, berdampak pada sendi ekonomi termasuk wisata

Penulis: Ahmad Ripai | Editor: Machmud Mubarok
TribunCirebon.com/Ahmad Ripai
Pengelola Objek Wisata Pondok Cai Pinus di Cisantana, Kuningan, mulai merasakan dampak kenaikan harga BBM. 

Laporan Kontributor Kuningan, Ahmad Ripai

TRIBUNCIREBON.COM, KUNINGAN - Buntut kenaikan harga BBM (Bahan Bakar Minyak) yang terjadi beberapa waktu terakhir, berdampak pada sendi ekonomi di lingkungan masyarakat, termasuk wisata.

"Pada pribadi seperti kami sebagai pengusaha wisata, tentu kenaikan harga BBM berdampak," ungkap Gugun, pemilik Objek Wisata Pondok Cai Pinus, yang terletak di Desa Cisantana, Kecamatan Cigugur, Kuningan, Minggu (18/9/2022).

Gugun menjelaskan, dampak kenaikan harga BBM itu terlihat dari menurunnya jumlah pengunjung yang biasa berwisata di daerah sekitar. Penurunan jumlah pengunjung itu terjadi sekitar di bawah 50 persen.

"Dampak terjadi pada objek wisata itu dilihat dari jumlah pengunjung. Untuk jumlah pengunjung itu hanya sekitar 30 persen saja, dari kebiasaan pada umumnya," katanya.

Baca juga: Talaga Biru Cicerem di Desa Kaduela Sudah Terkenal, Manajemen BUMDes Bikin Objek Wisata Baru

Baca juga: Pengunjung Objek Wisata di Kuningan Mulai Naik, Bupati Sebut Jumlah Wisatawan Capai 60 Persen

Akibat lain terjadi, Gugun menyebut bahwa ini terjadi dari menurunnya daya beli masyarakat yang terjadi secara merata di lingkungan.

"Penurunan jumlah pengunjung bukan saja dari kenaikan harga BBM. Melainkan, terjadinya penurunan daya beli di lingkungan masyarakat," katanya.

Gugun mengatakan, penurunan jumlah pengunjung tidak membuat manajemen mengurangi jumlah karyawan. Namun antisipasi ini dilakukan dengan cara pembagian jam kerja.

"Menurunnya jumlah pengunjung, kami juga melakukan perubahan manajemen bagi karyawan. Kita tidak melakukan pemutusan hubungan kerja atau pengurangan karyawan.

Namun, kami melakukan pembagian jam kerja dengan sistem pergantian atau sistem masuk sehari - libur sehari dan itu meratakan dirasakan karyawan," katanya.

Dengan kenaikan harga BBM ini, Gugun menambahkan, untuk saat sekarang manajemen tidak bisa melakukan kebijakan apapun. Seperti menaikkan harga tiket masuk dan mengubah harga produk kuliner sebagai pelengkap saat pengunjung berwisata.

"Di masa kenaikan BBM, kami tidak bisa berbuat apapun. Boro - boro untuk mengubah harga jual makanan, harga tiket masuk juga masih tetap Rp 25 ribu," katanya. (*)

Sumber: Tribun Cirebon
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved