Breaking News:

Tolak Kenaikan Harga BBM, Puluhan Mahasiswa HMI Demo di Depan Gedung DPRD Majalengka

Puluhan mahasiswa dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) di Kabupaten Majalengka melakukan aksi unjuk rasa. Mereka menolak rencana kenaikan harga BBM

Penulis: Eki Yulianto | Editor: Mutiara Suci Erlanti
Tribuncirebon.com/Eki Yulianto
Suasana unjuk rasa puluhan mahasiswa HMI di depan Gedung DPRD Majalengka untuk menolak kenaikan harga BBM bersubsidi, Rabu (31/8/2022). 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Eki Yulianto


TRIBUNCIREBON.COM, MAJALENGKA- Puluhan mahasiswa dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) di Kabupaten Majalengka, Jawa Barat melakukan aksi unjuk rasa.


Mereka menolak rencana kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) yang akan naik dalam waktu dekat.


Aksi unjuk rasa sendiri berlangsung di Jalan KH Abdul Halim, tepatnya di depan Gedung DPRD Majalengka, Rabu (31/8/2022).


Pantauan Tribun di lokasi, para mahasiswa tiba di depan Gedung DPRD Majalengka sekitar pukul 11.30 WIB.


Para mahasiswa tersebut membawa sejumlah atribut, seperti bendera, spanduk hingga poster.


Terlihat juga di sejumlah spanduk bertuliskan 'Tolak Kenaikan BBM'.


Sesaat tiba di lokasi, Ketua Umum HMI Majalengka, Agi Muhlis Bahari langsung melakukan orasi.

Suasana unjuk rasa puluhan mahasiswa HMI di depan Gedung DPRD Majalengka untuk menolak kenaikan harga BBM bersubsidi, Rabu (31/8/2022).
Suasana unjuk rasa puluhan mahasiswa HMI di depan Gedung DPRD Majalengka untuk menolak kenaikan harga BBM bersubsidi, Rabu (31/8/2022). (Tribuncirebon.com/Eki Yulianto)


Dalam orasinya, mahasiswa tersebut menyampaikan secara lantang bahwa pihaknya menolak rencana kenaikan BBM bersubsidi dan listrik.


Menurutnya, selama ini BBM bersubsidi juga  belum didistribusikan secara tepat sasaran.


Di mana, sedikitnya 60 persen konsumen yang menggunakan BBM bersubsidi adalah kelompok masyarakat menengah atas dengan pemanfaatan BBB subsidi mencapai 80 persen dari total konsumsi.


"Oleh karena itu, menolak rencana pemerintah untuk menaikkan harga BBM bersubsidi karena akan mengorbankan kondisi ekonomi rakyat, terutama masyarakat kelas menengah ke bawah dan pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM), yang belum sepenuhnya pulih akibat pandemi Covid-19," ujar Agi, Rabu (31/8/2022).


Sementara, saat massa menyampaikan aspirasi, sejumlah anggota DPRD yang dipimpin Ketua DPRD Majalengka, Edy Anas Djunaedi langsung menemui mahasiswa.


Para mahasiswa pun diminta masuk untuk berdialog agar semua aspirasi disampaikan diterima.


Sampai saat ini, baik mahasiswa maupun sejumlah anggota DPRD masih berdialog di dalam Gedung Paripurna DPRD Majalengka.

Sumber: Tribun Cirebon
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved