Breaking News:

Hari Jadi ke 524 Kuningan

Warga Kuningan Tumplek Rebutan Nasi Tumpeng Seusai Babarit, Sebut Nasi Hasil Rebutan Membawa Berkah

Warga Kuningan tumplek di depan Kantor Bupati Kuningan, menghadiri acara Babarit sebagai bagian dari rangkaian Hari Jadi ke -524 Kuningan

Penulis: Ahmad Ripai | Editor: Machmud Mubarok
TribunCirebon.com/Ahmad Ripai
Warga Kuningan tumplek di depan Kantor Bupati Kuningan, Minggu (28/8/2022). Mereka menghadiri kegiatan Babarit sebagai bagian dari rangakaian Hari Jadi ke -524 Kuningan. 

Laporan Kontributor Kuningan, Ahmad Ripai

TRIBUNCIREBON.COM, KUNINGAN - Warga Kuningan tumplek di depan Kantor Bupati Kuningan, Minggu (28/8/2022). Mereka menghadiri acara Babarit sebagai bagian dari rangkaian Hari Jadi ke -524 Kuningan.

Upacara Babarit merupakan upacara mengucapkan rasa syukur mereka. upacara Babarit dilaksanakan pada bulan Suro.

Maksud dan tujuan dari upacara Babarit ini adalah sebagai penghormatan kepada leluhur dan mengucap rasa syukur, selain itu sebagai :
1. Syukuran kepada Allah SWT atas kekayaan pertanian yang melimpah
2. Mengharap Keberkahan dan keselamatan kepada Allah SWT
3. Mendoakan para sesepuh yang sudah meninggal
4. Sebagai ritual tolak bala.

Baca juga: Momentum 77 Tahun RI dan Hari Jadi ke-524 Kuningan, Pengusaha Wisata Lakukan Hal ini Kepada Warga

Pantauan di lokasi, warga dari berbagai kalangan larut dalam kegembiraan di pesta rakyat tersebut. Mereka semringah saat  diperbolehkan mengambil makanan dan nasi tumpeng yang disediakan oleh panitia penyelenggara.

"Ya senang saja bisa ikut melaksanakan pesta rakyat. Tadi saya ngambil nasi tumpeng dan makanan lainnya," kata Yanti (34) saat  ditemui di sela kegiatan, Minggu (28/8/2022).

Yanti, mengakui ikut rebutan makanan dan nasi tumpeng dalam kegiatan Babarit ini karena menganggap  akan membawa berkah bagi kelangsungan hidup.

"Ya meski tidak seberapa makanan yang diperebutkan tadi, kami lakukan itu dengan harapan membawa berkah. Sebab, Babarit itu merupakan ungkapan syukur dalam kelestarian hidup dan kegiatan seperti ini sudah membudaya di daerah kami," katanya.

Dalam kegiatan Babarit, sejumlah tampilan kesenian seta upacara guyur air digelar secara khidmat. Kesenian yang dipertunjukkan itu sebagai bentuk pelestarian budaya dan kearifan lokal.

"Kami melihat kegiatan ini sangat baik, dan ini merupakan hari warga Kuningan. Kemudian, kami melihat kemanunggalan terjadi antara warga dengan para pemimpin dalam merasakan kenikmatan satu sama di acara Babarit tersebut," kata Ketua DPRD Kuningan, Nuzul Rachdy saat memberikan keterangannya kepada wartawan di lokasi hajat dan pesta rakyat tadi.

Zul, sapaan akrab Ketua DPRD Kuningan, berharap kegiatan ini menjadi motivasi dalam perbaikan nilai kehidupan di lingkungan masyarakat.

"Semoga dalam kegiatan Babarit ini menjadikan kita semua lebih, melakukan ungkapan rasa syukur terhadap apa yang kita rasakan hingga sekarang," katanya. (*)

Sumber: Tribun Cirebon
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved