Breaking News:

Kuncen Pesugihan Gunung Simpay Didatangi Orang Tak Dikenal, Begini Pengakuan Kuncen

Kuncen Pesugihan Gunung Simpay di Desa Pagundan, Kecamatan Lebakwangi, Kuningan didatangi orang tak dikenal.

Penulis: Ahmad Ripai | Editor: dedy herdiana
Tribuncirebon.com/Ahmad Ripai
Suasana di tempat pesugihan Gunung Simpay di Desa Pagundan, Kecamatan Lebakwangi, Kuningan, Jawa Barat, Selasa (16/2/2021). 

Laporan Kontributor Kuningan, Ahmad Ripai

TEIBUNCIREBON.COM, KUNINGAN - Kuncen Pesugihan Gunung Simpay di Desa Pagundan, Kecamatan Lebakwangi, Kuningan didatangi orang tak dikenal.

Orang tak dikenal tersebut dikatakan sang kuncen, Ading (41), datang menggunakan mobil Avanza hitam dan meminta sejumlah uang sebagai jatah.

"Iya, tadi ada empat orang datang ke rumah saya. Gerombolan tadi langsung ngomong minta jatah sebesar Rp 500 ribu perorang," kata Ading (41) yang juga kuncen di desa setempat saat memberikan keterangannya kepada Tribuncirebon.com, dalam sambungan selulernya, Rabu (24/11/2021).

Dia menyebut ciri-ciri orang tak dikenal yang masuk ke rumah itu mengenakan seragam setelan berwarna hitam.

Seperti layakanya pengunjung yang hendak melakukan ritual di tempat pesugihan pada umumnya.

"Mereka datang pakai mobil Avanza, datang ke rumah dengan pakaian seragam serba hitam dan meminta jatah. Saat minta jatah sebesar Rp 500 ribu dengan nada ancaman lainnya, saya kasih saja Rp 200 ribu. Habis dia mengancam kenyamanan dan keamanan keluarga saya," katanya.

Baca juga: Kuncen Tempat Pesugihan Gunung Simpay Didatangi Banyak Pengunjung: Tak Semua Bersedia Ikut Ritual

Suasana di tempat pesugihan Gunung Simpay di Desa Pagundan, Kecamatan Lebakwangi, Kuningan, Jawa Barat, Selasa (16/2/2021).
Suasana di tempat pesugihan Gunung Simpay di Desa Pagundan, Kecamatan Lebakwangi, Kuningan, Jawa Barat, Selasa (16/2/2021). (Tribuncirebon.com/Ahmad Ripai)

Bentuk ancaman yang dirasakan langsung, kata Ading mengaku bahwa namanya itu dibuat jelek melalui komentar terkait kegiatan kuncen yang termuat di sejumlah sosial media dan pemberitaan.

"Justru itu, saya tahu nama saya dibikin tidak baik itu dari berbagai komentar dari sosial media dan pemberitaan saya. Dan saya tahu bahwa awalnya dari orang pernah berkunjung ke saya dan kasih tahu soal komentar miring tersebut," katanya.

Kejadian didatangi orang tak dikenal itu diakui Ading menjadi pelajaran dan pengalaman yang perlu ditindaklanjuti.

"Ya sebagai catatan saya saja. Nanti saya lebih teliti dalam melayani pengunjung datang dan segera pasang CCTV lah di rumah saya," ungkapnya. (*) 

Baca juga: Warga Bersihkan Makam Keramat di Gunung Simpay Kuningan untuk Digelar Ritual Tutulak di Bulan Rajab

Warga Desa Pagundan, Kecamatan Lebakwangi, Kuningan, Bersih - bersih kawasan makam keramat di Gunung Simpay desa setempat
Warga Desa Pagundan, Kecamatan Lebakwangi, Kuningan, Bersih - bersih kawasan makam keramat di Gunung Simpay desa setempat (Tribuncirebon.com/Ahmad Ripai)
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved