Breaking News:

Warga Bersihkan Makam Keramat di Gunung Simpay Kuningan untuk Digelar Ritual Tutulak di Bulan Rajab

Kegiatan bersih-bersih lingkungan juga sebagai langkah penyambutan warga dalam melaksanakan kegiatan ritual Tutulak atau tolak bala.

Tribuncirebon.com/Ahmad Ripai
Warga Desa Pagundan, Kecamatan Lebakwangi, Kuningan, Bersih - bersih kawasan makam keramat di Gunung Simpay desa setempat 

Laporan Kontributor Kuningan, Ahmad Ripai

TRIBUNCIREBON.COM, KUNINGAN - Sejumlah warga serta tokoh masyarakat Desa Pagundan, Kecamatan Lebakwangi, Kuningan melakukan bersih-bersih di kawasan makam keramat desa setempat.

"Pembersihan lingkungan, seperti rumput liar dan alang-alang itu memang sering kami lakukan bersama warga sekitar. Apalagi lokasi ini merupakan kawasan yang memiliki makam keramat yang banyak di kunjungi peziarah," ungkap Kepala Desa Pagundan, Dadan Danu di kawasan Gunung Simpay, Minggu (7/3/2021).

Tindakan sosial ini, kata Danu juga sebagai media silaturahmi antar warga dalam menjaga kebaikan para leluhur atau para pejuang yang memprakarsai pemerintah desa setempat.

"Terbentuknya pemerintahan sekarang tentu tidak lepas dari perjuangan para nenek moyang di desa kami. Iya, disini ada makam Mbah Kuncung Amrullah, Mbah Buyut Jati, dan ada makam Kuwu Rongkah," ujar Danu lagi.

Baca juga: Millen Cyrus Ngaku Ogah Operasi Kelamin, Meski Keponakan Ashanty Ini Mantap Tampil Seperti Wanita

Baca juga: Nia Ramadhani Izin Mau Ketemu Mantan Pacar, Ardi Bakrie Cemas Sampai Nanya Siapa Mantan Istrinya

Kegiatan bersih-bersih lingkungan juga sebagai langkah penyambutan warga dalam melaksanakan kegiatan ritual Tutulak atau tolak bala.

Selain itu juga, sebagai ungkapan syukur warga dalam menjalani aktivitas seperti pada umumnya.

"Iya di Bulan Rajab ini, kami biasa lakukan tradisi Tutulak atau sering disebut dengan tolak bala. Nah, Tutulak sendiri kalau di desa atau kampung lain itu bisa disebut dengan istilah Babarit atau semacamnya," ungkap Danu.

Mengenai lokasi pemujaan di kawasan Gunung Simpay, kata Danu, tidak sedikit pendatang luar daerah singgah dan melakukan pengharapan dengan cara tertentu dan mendapat tuntunan dari kuncen.

"Iya soal ada tempat untuk meminta-minta saya gak paham. Tapi emang ada kuncen dan itu wilayah Pak Ading lebih tahu bagaimana dan gimananya?" ujar Danu.

Halaman
1234
Penulis: Ahmad Ripai
Editor: Mumu Mujahidin
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved