Breaking News:

Daerah Kritis Rawan Banjir di Majalengka Ada 45 Titik, Lokasinya di Kawasan DAS Cimanuk dan Cibuaya

Titik-titik itu menjadi Daerah Aliran Sungai (DAS) yang kerap memunculkan musibah banjir dan ancam daerah di sekitarnya, baik pemukiman atau pertanian

Penulis: Eki Yulianto | Editor: dedy herdiana
TribunCirebon.com/Eki Yulianto
ILUSTRASI: Banjir terjadi di Desa Leuweunghapit, Kecamatan Ligung, Kabupaten Majalengka, Kamis (6/2/2020). 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Eki Yulianto

TRIBUNCIREBON.COM, MAJALENGKA - Ada 45 titik rawan banjir di Kabupaten Majalengka.

Titik-titik itu menjadi Daerah Aliran Sungai (DAS) yang kerap memunculkan musibah banjir dan mengancam daerah di sekitarnya, baik pemukiman maupun lahan pertanian.

Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Majalengka, Indrayanto mengatakan, dari dua DAS yang ada, Cimanuk tercatat memiliki titik paling banyak yang kondisinya kritis.

Di DAS Cimanuk, ada 39 titik yang kondisinya rawan sehingga menjadi ancaman terjadinya luapan air.

“Di Majalengka ada dua DAS, Cibuaya dan Cimanuk. Cibuaya memiliki titik kritis 6 dan Cimanuk 39. Penyebabnya (rawan) sedimentasi, penyempitan sungai. Jadi total, ada 45 titik rawan," ujar Indra, Sabtu (20/11/2021).

Baca juga: Sering Nonton Sejak SMP, Bobotoh Geulis asal Majalengka Yakin Persib Taklukkan Persija

 
Diakuinya, beberapa titik rawan tersebut memang sudah mendapat penanganan dari BBWS (Balai Besar Wilayah Sungai), selaku pihak yang berwenang.

Namun, perbaikan tersebut hanya dilakukan di sebagian kecil titik saja.

“Ada beberapa titik kritis yang memang sudah dilakukan perbaikan, tapi jumlahnya minim. Masih banyak yang perlu penanganan. Ada 36 titik di Cibuaya dan Cimanuk yang belum diperbaiki. Sebagian besar, titik-titik rawan itu mengancam pemukiman,” ucapnya.

Lebih jauh dijelaskan Indra, musibah banjir yang pernah menerjang sejumlah desa pada Februari 2021 lalu, sebagai dampak dari kondisi kritis DAS itu.

Banjir yang sempat merendam beberapa desa itu, berasal dari DAS Cibuaya.

“Aliran Cibuaya ini masuk Desa Sumber Kulon, Putri Dalem, Jatiraga (Kecamatan Jatitujuh). Kemarin, banjir merendam 40 hektar lahan persawahan di Desa Jatiraga. Alhamdulillah itu belum ditanami. Dan ini harus jadi perhatian kita semua,” jelas dia.

Terkait langkah antisipasi, lanjut dia, pihak BBWS sudah mempersiapkan sejumlah kebutuhan ketika musibah banjir kembali terjadi.

"Ada bronjong, dan juga alat berat. Sebenarnya penanganan musibah banjir akibat luapan air sungai itu wewenang dari BBWS,” katanya.

Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved