Berita Majalengka Hari Ini

Hasil Medis Sebut Paru-paru Pecah, Begini Kronologi Bocah 12 Tahun di Majalengka Tewas Tenggelam

Warga Desa Kadipaten, Kabupaten Majalengka, digegerkan dengan penemuan seorang bocah laki-laki berusia 12 tahun yang sudah tidak bernyawa

Dok. Istimewa
Hasil Medis Sebut Paru-paru Pecah, Begini Kronologi Bocah 12 Tahun di Majalengka Tewas Tenggelam 

Laporan Kontributor, Adim Mubaroq 


TRIBUNCIREBON.COM, MAJALENGKA – Seorang bocah bernama Alif Ramadhan (12) ditemukan meninggal dunia di aliran Sungai Cilutung, Desa Kadipaten, Kabupaten Majalengka, Selasa (2/9/2025).

Kapolsek Kadipaten, AKP Budi Wardana membenarkan peristiwa tersebut. Menurutnya, korban pertama kali ditemukan oleh warga setempat yang melihat tubuh anak mengapung di sungai. 

"Saksi kemudian melaporkan kepada aparat desa dan selanjutnya kepada pihak kepolisian,” kata dia saat dikonfirmasi. 

Hasil pemeriksaan medis menunjukkan korban diduga kuat meninggal karena tenggelam.

Baca juga: Detik-detik Bocah 12 Tahun Ditemukan Meninggal Mengapung di Sungai Cilutung Majalengka

Dokter Dudi Rahmat Susatyo Sigit dari Puskesmas Kadipaten yang memeriksa jenazah menegaskan tidak ada tanda kekerasan pada tubuh korban. 

Dokter Dudi Rahmat Susatyo Sigit dari Puskesmas Kadipaten menyebut korban diduga meninggal akibat tenggelam. 

“Terdapat darah keluar dari hidung yang mengarah pada pecahnya paru-paru akibat tenggelam. Tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban,” jelasnya.

Baca juga: Detik-detik Bocah 12 Tahun Ditemukan Meninggal Mengapung di Sungai Cilutung Majalengka

Petugas juga memastikan korban sudah meninggal lebih dari 12 jam sebelum ditemukan.

Keluarga korban melalui kakeknya, Iwan Setiawan, menyatakan menolak autopsi dan menerima kejadian ini sebagai takdir Allah SWT.

Baca juga: Detik-detik Bocah 12 Tahun Ditemukan Meninggal Mengapung di Sungai Cilutung Majalengka

Diberitakan sebelumnya, Warga Desa Kadipaten, Kabupaten Majalengka, digegerkan dengan penemuan seorang bocah laki-laki berusia 12 tahun yang sudah tidak bernyawa di aliran Sungai Cilutung pada Selasa (2/9/2025) sekitar pukul 09.00 WIB. Korban diketahui bernama Alif Ramadhan, pelajar kelas 6 SDN 5 Kadipaten.

Kapolsek Kadipaten, AKP Budi Wardana membenarkan peristiwa tersebut. Menurutnya, korban pertama kali ditemukan oleh warga setempat yang melihat tubuh anak mengapung di sungai. “Saksi kemudian melaporkan kepada aparat desa dan selanjutnya kepada pihak kepolisian,” ujarnya.

Polisi telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), memeriksa sejumlah saksi, hingga berkoordinasi dengan pihak desa dan keluarga korban. “Kami sudah memasang garis polisi di lokasi serta melakukan dokumentasi oleh Unit Inafis,” kata Kapolsek Kadipaten.

Baca juga: UPDATE Harga Emas Antam Hari Ini 2 September 2025 di Jogja dan Solo Anjlok Lagi Jadi Segini

Budi menyampaikan kronologi kejadian yang berawal dari saksi bernama Maman Suherman (67) bersama dua warga lainnya melihat tubuh korban mengapung dengan posisi kepala di atas air. Korban masih mengenakan pakaian lengkap berupa baju lengan panjang abu-abu kombinasi biru dan celana krem. 

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved