Breaking News:

Muncul Aplikasi Digital Multifinance Zpay, Ternyata Usaha Modern Kalangan Pemuda di Kuningan

Kemunculan aplikasi multifinance Zpay di setiap ponsel pintar, jadi perbincangan warga di Kuningan.

Penulis: Ahmad Ripai | Editor: Machmud Mubarok
Tribuncirebon.com/Ahmad Imam Baehaqi
ILUSTRASI - Aplikasi Digital 

Laporan Kontributor Kuningan, Ahmad Ripai

TRIBUNCIREBON.COM, KUNINGAN - Kemunculan aplikasi multifinance Zpay di setiap ponsel pintar, jadi perbincangan warga di Kuningan. Pasalnya, aplikasi Zpay itu merupakan usaha modern pemuda di Kuningan.

"Era digitalisasi saat ini telah menjadi kebutuhan seseorang dalam hal bertransaksi melalui Gadget. Jadi usaha pembuatan aplikasi marketplace maupun aplikasi platform Digital Multifinance kami jadikan sebagai ladah mata pencaharian sebagai jasa online," kata Sadam Husen (29), team work manajamen aplikasi Zpay, Kamis (4/11/2021).

Aplikasi Digital Multifinance dengan brand nama Zpay Indonesia berdasarkan kesepakatan team work.

"Aplikasi Zpay Indonesia ini, Alhamdulillah sudah berjalan setahun. Meski Pandemi Covid-19, kami memanfaatkan era Digitalisasi saat ini dengan membuat aplikasi Zpay Indonesia," ujar Sadam Husen.

Baca juga: Target Pajak Kendaraan Bermotor 2021 di Majalengka Optimistis Tercapai, Saat Ini Sudah 81,9 Persen

Baca juga: Kisah Anak Tukang Ojek di Kuningan, Lulus dari Uniku dengan Predikat Cumlaude

Menu Zpay Indonesia dalam aplikasinya itu ada pembayaran Payment Point Online Banking (PPOB), bisa untuk bayar Pajak, PDAM, Pulsa, Paket Data dan Game. Selain itu, mengembangkan Marketplacenya.

"Jadi, Marketplace ini ke depannya akan digunakan untuk produk-produk lokal, baik dari Kuningan maupun luar Kuningan seperti UMKM," terang Sadam yang menjabat Ketua Pemuda Muhammadiyah Kuningan.

Adapun untuk penggunaan Zpay Indonesia, Sadam mengatakan sampai saat ini penggunaan Zpay sudah ada sekitar 1.300 penggunaan yang tersebar di Indonesia. Kemudian, Zpay sendiri sudah masuk di wilayah Provinsi Sumatera, Sulawesi, Jawa Tengah, Timur, dan Barat serta juga sudah masuk di DKI Jakarta.

"Zpay Indonesia kemitraan kami sudah mencapai 1.300 yang tersebar di Indonesia, di Sumatera sudah masuk dan di Sulawesi sudah masuk, Jawa Timur, Jawa Barat, Jawa Tengah dan Alhamdulillah DKI Jakarta juga sudah masuk," ujarnya.

Meski penggunaan Zpay Indonesia masih di angkat 1.300, pihaknya optimis ke depan pengguna Zpay ini bisa sampai di angka 10 ribu pengguna bahkan bisa sampai 20 ribu.

"Kedepannya, tentu akan berkoordinasi dengan Pemerintah Daerah, dengan Dinas Komunikasi Informatika (Diskominfo), serta dengan Dinas Koperasi, Perdagangan, Perindustrian dan UMKM (Diskopdagperin).

Kita sudah ada juga di 32 Kecamatan, mudah-mudahan bisa sampai tingkat RT dan Bumdes serta kita juga ada 11 karyawan," ujarnya.

Sementara itu, Abu Hapsin (26) operator aplikasi Zpay mengatakan, omset perbulan itu sudah masuk sekitar Rp 450 juta dan keuntungan murni bagi manajamen itu sebanyak Rp 10 juta. "Iya untuk keuntungan kita sudah mencapai Rp 10 jutaan," katanya. (*) 

Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved