Breaking News:

Human Interest Story

Kisah Anak Tukang Ojek di Kuningan, Lulus dari Uniku dengan Predikat Cumlaude

Dahrul Mu'min, anak seorang tukang ojek di Kuningan, bisa meraih juara umum nilai akademik wisudawan di kampus Universitas Kuningan (Uniku),

Penulis: Ahmad Ripai | Editor: Machmud Mubarok
TribunCirebon.com/Ahmad Ripai
Dahrul Mu'min, anak seorang tukang ojek di Kuningan, lulus cumlaude dan jadi juara umum nilai akademik wisudawan di kampus Universitas Kuningan (Uniku), Rabu (3/11/2021). 

Laporan Kontributor Kuningan Ahmad Ripai

TRIBUNCIREBON.COM, KUNINGAN - Keterbatasan ekonomi tak membuat seorang Dahrul Mu'min, pemuda asal Desa Kalimanggis Wetan berkecil hati.

Justru hal itu menjadi pemicu bagi dirinya agar bisa mengubah nasib melalui pendidikan.

Tekad kuat itu yang berhasil mengantarkan Dahrul Mu'min, anak seorang tukang ojek di Kuningan, bisa meraih juara umum nilai akademik wisudawan di kampus Universitas Kuningan (Uniku), Rabu (3/11/2021).

Hal itu diketahui saat prosesi Wisuda Universitas Kuningan (Uniku) ke-26 yang di langsung di aula kampus setempat, di Jalan Cut Nyak Dien.

Baca juga: Sejak SD Sudah Digerogoti Kanker, Kisah Mahasiswi Uniga Ini Mengharukan Hingga Bisa Lulus Cumlaude

Suasana kegiatan puncak pendidikan alias Wisuda tadi  terlihat sukacita di setiap wisudawan dan keluarga. Apalagi perasaan itu nampak pada Dahrul Mu'min saat mengetahui sebagai wisudawan yang meraih Cumlaude.

"Ya saya merasa bersyukur atas prestasi selama pendidikan di strata 1 jurusan Bahasa Inggris. Ini sebuah perjuangan luar biasa bagi seorang anak tukang ojek," ungkap Dahrul kepada wartawan seusai mengikuti acara wisuda di kampus. 

Laki-laki kelahiran tahun 1999 itu berhasil mewujudkan sebuah mimpi seorang anak yang lahir dari keluarga sederhana di Desa.

Dahrul Mu'min wisudawan asal Desa Kalimanggis Wetan kuliah di program studi (Prodi) Pendidikan Bahasa Inggris Uniku. Tentu sangat bangga terhadap nilai perjuangan pendidikan selama menjadi mahasiswa di bangku perkuliahan, terlebih dengan kondisi ekonomi yang sangat terbatas.

"Bicara ekonomi, bagi saya tentu bukan patokan. Sebab semangat mencari ilmu itu merupakan kewajiban, sehingga dalam pelaksanaannya itu dimudahkan hingga berhasil seperti begini," ujarnya.

Keberhasilan menjadi Wisuda peraih, Cumlaude menjadi tanggung jawabnya secara moril dalam pengaplikasian keilmuan untuk kalangan masyarakat. Karena ini merupakan bagian dari Tri Darma yang berujung pada pengabdian.

"Sebagai harapan, semoga saya istqomah dalam mengabdikan diri di lingkungan masyarakat. Sesuai dengan kemampuan dan keilmuan selam saya timba di bangku perkuliahan," kata Dahrul lagi.

Mendapatkan nilai bagus hingga meraih Cumlaude, Dahrul pun menyabet   penghargaan Pemuda Hebat dari Kemenpora atas raihan prestasi akademik maupun non akademik.

"Alhamdulillah, berkat doa dari orang tua dan orang-orang yang tulus mencintai. 2017 saya masuk ke Uniku dengan biaya seadanya. Tak pernah menyangka dan hasil cumlaude ini saya dapat bantuan modal cuma - cuma sebesar Rp 5 juta dari Kemenpora.

Apalagi saya punya usaha taman bacaan di lingkungan tempat tinggal, semacam perpustakaan gitu," kata Dahrul yang juga anak bungsu dari empat bersaudara sekaligus anak dari pasangan Ahim (60) Carsinih (55). 

Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved