Breaking News:

Universitas Majalengka Hibahkan Website Berbasis E-commerce untuk UMKM

Universitas Majalengka melakukan penghibahan website berbasis e-commerce sebagai bentuk dorongan kepada para pelaku bisnis Usaha Mikro Kecil Menengah

Penulis: Eki Yulianto | Editor: Machmud Mubarok
Tribuncirebon.com/Eki Yulianto
Potret Kampus terbesar di Kabupaten Majalengka, Universitas Majalengka. 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Eki Yulianto

TRIBUNCIREBON.COM, MAJALENGKA - Universitas Majalengka melakukan penghibahan website berbasis e-commerce.

Hal itu sebagai bentuk dorongan kepada para pelaku bisnis Usaha Mikro Kecil Menengah ( UMKM).

Dalam perjalanannya, Bisnis Usaha Mikro Kecil Menengah ( UMKM) kini dianggap menjadi ujung tombak ditengah pemulihan ekonomi di masa pandemi Covid-19.

Maka dari itu, untuk menaikkan omzet di masa pandemi ini, kreativitas dan inovasi harus dikedepankan bagi pelaku bisnis UMKM agar produk mereka tetap bisa dipasarkan ditengah mobilitas serba dibatasi.

Guna mendorong hal tersebut, tim Gerakan Nasional Revolusi Mental (GNRM), Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan  (Kemenko PMK) Universitas Majalengka, membantu UMKM dalam mengelola bisnis berbasis digital melalui website e-commerce.

Baca juga: Universitas Majalengka Targetkan Kuliah Tatap Muka Mulai Awal Oktober Setelah Mendapat Restu Menteri

"Aplikasi ini dibangun atas keresahan pemasaran hasil produk-produk lokal. Mereka (pelaku UMKM lokal) belum bisa berinovasi di masa pandemi ini. Maka dari itu kita dorong, agar produk mereka tetap bisa dipasarkan," ujar Koordinator GNRM Kemenko PMK Universitas Majalengka 2021, Terry Sugihardi, Selasa (19/10/2021).

Lebih lanjut, kata dia, untuk pembuatan aplikasi tersebut pihaknya hanya menghabiskan waktu sekitar 3 hari.

Adapun untuk aplikasi tersebut sampai saat ini, baru membuat untuk 2 desa di Majalengka.

"Sampai saat ini baru 2 desa yang kita bikinkan di Desa Panjalin Kidul, Kecamatan Sumberjaya dan Desa Rajawangi, Kecamatan Leuwimunding."

"Makanya kalau ada program lagi setahun ke depan tidak menutup kemungkinan kita akan menambah desa lagi," ucapnya.

Tak hanya untuk membantu dalam hal berinovasi, lanjut dia, pihaknya juga telah menghibahkan aplikasi tersebut.

"Kami hibahkan aplikasi itu, kami bimbing dulu cara penggunaannya, selebihnya silahkan dikelola oleh desa setempat," jelas dia.

Baca juga: Universitas Majalengka Tak Akan Ikuti Jejak Uniga Berlakukan Syarat Sertifikat Vaksin untuk Skripsi

(*)

Sumber: Tribun Cirebon
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved