Breaking News:

Jadi Lokasi Peledakan Bom The Mother of Satan, Gunung Ciremai Masih Dibuka untuk Pendakian

Peledakan bahan peledak TATP atau 'Mother of Satan' di lereng Gunung Ciremai beberapa waktu lalu tidak mempengaruhi minat pendaki

Penulis: Ahmad Ripai | Editor: Machmud Mubarok
Tribuncirebon.com/Eki Yulianto
Pemandangan Gunung Ciremai yang diambil dari Kecamatan Sindangwangi, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat. Foto diambil 20 September 2019. 

Laporan Kontributor Kuningan Ahmad Ripai

TRIBUNCIREBON.COM, KUNINGAN - Peledakan bahan peledak TATP atau 'Mother of Satan' di lereng Gunung Ciremai beberapa waktu lalu tidak mempengaruhi minat pendaki untuk menggapai puncak tertinggi di Jawa Barat.

"Jumlah kunjungan pendaki yang masuk melalui 4 jalur pendakian Gunung Ciremai justru menurun akibat adanya pembatasan selama masa PPKM yang diberlakukan berdasarkan kuota pendakian sebelumnya 25% kini dikurangi jadi 10%," ungkap Koordinator Promosi, Pemasaran, Kehumasan dan Pendakian Taman Nasional Gunung Ciremai, Nisa Syachera Febriyanti saat ditemui di kantornya, Rabu (13/10/2021).

Menurut Nisa, faktor ledakan itu tidak berpengaruh, karena posisi lokasi ledakan itu sebenarnya jauh dari jalur pendakian.

"Berdasarkan data, pascaledakan 'Mother of Satan' pada 30 September 2021 kemarin, total jumlah pendaki yang menuju puncak Gunung Ciremai melalui 4 jalur pendakian hingga hari ini sebanyak 994 orang," ujarnya.

Baca juga: Ngeri Banget, Bom Mother of Satan Meledak di Gunung Ciremai, Terdengar Sampai 10 Kilometer

Masing - masing untuk jalur Apuy dari 1-6 Oktober itu 175 orang, karena tanggal 7 jalur ditutup. Kemudian dari tanggal 1-13 Oktober untuk jalur Linggajati ada 137 orang, Linggasana 74 orang dan Palutungan 608 orang.

"Jumlah pendaki yang melakukan registrasi untuk mendaki Ciremai pasca ledakan 'Mother of Satan' tidak begitu mengetahui informasi yang sempat menghebohkan tersebut.

"Meski begitu, Balai Taman Nasional Gunung Ciremai ke depan bakal lebih mengantisipasi adanya hal-hal yang mencurigakan di seluruh kawasan melalui kerja sama dengan Masyarakat Peduli Api (MPA), Masyarakat Mitra Polhut (MPP) maupun pengelola wisata.

"Petugas di lapangan juga akan lebih sering melakukan patroli ke lokasi-lokasi yang dianggap rawan selain titik rawan kebakaran dan perburuan liar," katanya. 

Baca juga: Kisah Warga yang Diajak Polisi Datangi Lokasi Bahan Peledak di Kaki Gunung Ciremai: Awalnya Gak Tahu

Bom Milik Teroris

Halaman
1234
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved