Macan Tutul Slamet Ramadhan dan Elang Jawa Huni Gunung Ciremai, Kepala BTNGC Sebut Kondisi Sehat
belum lama ini hasil laporan dan evaluasi kondisi Slamet Ramadhan yang terekam kamera trap itu terlihat baik.
Penulis: Ahmad Ripai | Editor: Machmud Mubarok
“Kejadian semacam ini jarang terjadi, makanya warga khawatir,” katanya.
Menuut Kades Kamil Hasan, kambing dimangsa binatang buas tersebut adalah milik Ahmad Mistar, yang lokasi kandangnya masih di lingkungan pemukiman dekat hutan Gunung Sawal.
Kambing milik Mistar tersebut sudah mati tergeletak di kandang Sabtu (4/9) pagi lalu. Diduga setelah dimangsa binatang buas diniharinya.
Untuk mengantasipasi terjadinya kejadian serupa menurut Kades Kamil, warga sekitar hutan Gunung Sawal sekarang menggiatkan ronda malam, patroli sekitar kampung.
Dan menyiapkan bunyi-bunyian (kentongan) bila ada jal yang mencurigakan, guna mengusir binatang buas yang turun gunung.
Baca juga: Sembilan Ekor Kukang, Seekor Domba dan Enam Ekor Anjing Raib, Diduga Dimangsa Macan Gunung Sawal
Kejadian Tahun Lalu
Seekor domba dan enam ekor anjing di Dusun Buniasih Desa Cihaurbeuti Kecamatan Cihaurbeuti Ciamis raib diduga dimangsa macan Gunung Sawal, Jumat (11/9).
Seekor domba yang diduga dimangsa macan tersebut saat ditemukan warga yang tersisa hanya badan dan kakinya, sementara kepalanya sudah raib.
Sementara pertengahan Agustus lalu sembilan ekor kukang yang tengah dipersiapkan untuk dilepasliarkan, raib dari kandang habituasinya di Blok Pojok di Dusun Pasir Tonggoh Desa Pasir Tamiang Kecamatan Cihaurbeuti. Yang tersisa hanya bercak darah, bulu dan seripihan kulit.
Hanya seekor kukang yang selamat, tersisa di kandang habituasi berupa petak lahan hutan yang dikurung pakai jala tersebut.
“Dari sepuluh ekor kukang penghuni kandang habituasi (persiapan pelepas liaran) hanya seekor yang tersisa. Sembilan ekor lainnya raib, hanya terlacak bekas darah, serpihan kulit dan sisa bulu. Kejadiannya sekitar pertengahan Agustus, jauh hari sebelum si Abah dilepasliarkan,” ujar Ilham Purwa, Koordinator Kader Konservasi BKSDA Ciamis kepada Tribun Senin (14/9).
Raibnya 9 ekor kukang penghuni kandang habituasi yang sedang menjalani adaptasi untuk dilepasliarkan tersebut menurut Ilham diduga dimangsa oleh macan.
“Tapi bukan si Abah. Si Abah (macan tutul penguasa Gunung Sawal) baru dilepasliarkan Selasa (25/8). Sedangkan kejadian raibnya 9 kukang tersebut jauh hari sebelumnya,” katanya.
Sembilan ekor kukang dimangsa beruntun dalam beberapa hari.
Lokasi kandang habituasi yang semula dihuni 10 ekor kukang yang dipersiapkan untuk dilepasliarkan tersebut katanya masih satu blok dengan lokasi pelepasliaran Si Abah – macan tutul penguasa Gunung Sawal – Selasa (25/8) lalu yakni di Blok Pojok, Dusun Pasir Tonggoh Desa Pasir Tamiang Cihaurbeuti.