Sembilan Ekor Kukang, Seekor Domba dan Enam Ekor Anjing Raib, Diduga Dimangsa Macan Gunung Sawal

Hanya seekor kukang yang selamat, tersisa di kandang habituasi berupa petak lahan hutan yang dikurung pakai jala tersebut.

Editor: Machmud Mubarok
ISTIMEWA
Macan tutul penguasa Gunung Sawal yang kembali masuk perangkap di Blok Cilumpang Desa Cikupa Kecamatan Lumbung Ciamis, Kamis (25/6) pagi. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Andri M Dani

TRIBUNCIREBON.COM, CIAMIS – Seekor domba dan enam ekor anjing di Dusun Buniasih Desa Cihaurbeuti Kecamatan Cihaurbeuti Ciamis raib diduga dimangsa macan Gunung Sawal, Jumat (11/9).

Seekor domba yang diduga dimangsa macan tersebut saat ditemukan warga yang tersisa hanya badan dan kakinya, sementara kepalanya sudah raib.   

Sementara  pertengahan Agustus lalu sembilan ekor kukang yang tengah dipersiapkan untuk dilepasliarkan, raib dari kandang habituasinya di Blok Pojok di Dusun Pasir Tonggoh Desa Pasir Tamiang Kecamatan Cihaurbeuti. Yang tersisa hanya bercak darah, bulu dan seripihan kulit.

Hanya seekor kukang yang selamat, tersisa di kandang habituasi berupa  petak lahan hutan yang dikurung pakai jala tersebut.

“Dari sepuluh ekor kukang penghuni kandang habituasi (persiapan pelepas liaran) hanya seekor yang tersisa. Sembilan ekor lainnya raib,  hanya terlacak bekas darah, serpihan kulit dan sisa bulu. Kejadiannya sekitar pertengahan Agustus, jauh hari sebelum si Abah dilepasliarkan,” ujar Ilham Purwa, Koordinator Kader Konservasi BKSDA Ciamis kepada Tribun Senin (14/9).

Raibnya 9 ekor kukang penghuni kandang habituasi yang sedang menjalani adaptasi untuk dilepasliarkan tersebut menurut Ilham diduga dimangsa oleh macan.

“Tapi bukan si Abah. Si Abah (macan tutul penguasa Gunung Sawal) baru dilepasliarkan Selasa (25/8). Sedangkan kejadian raibnya 9 kukang tersebut jauh hari sebelumnya,” katanya.

Sembilan ekor kukang dimangsa beruntun dalam beberapa hari.

Lokasi kandang habituasi yang semula dihuni 10 ekor kukang yang dipersiapkan untuk dilepasliarkan tersebut katanya masih satu  blok dengan lokasi pelepasliaran Si Abah – macan tutul penguasa Gunung Sawal – Selasa (25/8) lalu yakni di Blok Pojok, Dusun Pasir Tonggoh Desa Pasir Tamiang Cihaurbeuti.

Kukang menurut Ilham termasuk hewan yang sering menjadi pemangsaan macan tutul. “Dalam siklus rantai makanan, macan tutul memang predator kukang,” ujar Ilham.

KPU: Seluruh Bapaslon di Pilkada Indramayu 2020 Penuhi Syarat Pencalonan

Sempat Alami Lonjakan, Kasus Positif Covid-19 di Majalengka Stagnan Selama 2 Hari

DN Aidit Ternyata Cuma Anak Bawang, Ini 2 Sosok PKI Sesungguhnya, Ditugasi Langsung Stalin di Moskow

Jumat (11/9) lalu menurut Ilham ada informasi tentang adanya seekor domba berikut enam ekor anjing yang diduga dimangsa binatang buas di Dusun Buniasih Rt 03 RW 02 Desa Cihaurbeuti dan di Desa Pasir Tamiang.

“Apakah pelakunya si Abah atau macan lainnya atau binatang buas lainnya belum bisa dipastikan. Mengingat sebelum Si Abah dilepas liarkan ada macan lainnya yang diduga memang kukang.  Kejadiannya masih dimonitor,” katanya.

Saat ini kata Ilham, pihak BKSDA Wilayah III Jabar di Ciamis lagi memasang kamera pengintai di beberapa titik di lokasi kejadian . Dan juga piket lokasi sejak Sabtu (12/9).

Piket lokasi tersebut melibatkan 3 personel Polhut BKSDA, warga setempat yang juga kader konservasi dan mitra BKSDA .  Rondanya dilakukan secara bergantian .

Halaman
12
Sumber: Tribun Jabar
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved