Manajemen Objek Wisata Alam Talaga Biru Cicerem Komitmen Lestarikan Budaya, Dipuji Anton Carliyan
selain lokasi wisata alam yang indah, aneka kuliner yang tersajikan sangat enak - enak.
Penulis: Ahmad Ripai | Editor: Machmud Mubarok
Laporan Kontributor Kuningan, Ahmad Ripai
TRIBUNCIREBON.COM, KUNINGAN - Objek wisata alam Talaga Biru Cicerem, di Desa Kaduela, Kecamatan Pasawahan, Kuningan Jawa Barat, menjadi salah satu wisata favorit di Kota Kuda.
"Kami komitmen menjaga budaya yang sudah melekat di kawasan objek wisata Talaga Cicerem ini," ungkap Iim Ibrahim sekaligus Direktur BUMDes Talaga Biru Cicerem saat bareng mantan Kapolda Jabar Irjen Pol Anton Carliyan, Senin (13/9/2021).
Kedatangan mantan Kapolda Jabar Irjen Pol Anton Carliyan, kata dia merupakan sebuah kehormatan besar bagi manajamen dan putra daerah setempat.
"Ya kami bangga kedatangan mantan kapolda Jabar Pak Anton Carliyan ke sini. Apalagi beliau tokoh masyarakat juga pencinta budaya, kemudian adanya masukan tadi akan menjadi pemikiran dalam menata wisata ini lebih baik," katanya.
Baca juga: Wajah Baru Talaga Biru Cicerem, Ada Patung Perempuan dan Penambahan Wahana, Demi Lestarikan Sejarah
Baca juga: Kenapa Disebut Situ Cicerem dan Menjadi Objek Wisata Perairan? Ternyata Ada Kaitan dengan Kera Putih
Baca juga: Objek Wisata Situ Cicerem Ditutup, Manajemen BUMDes Membuat Patung Perempuan Sosok Penunggu
Di tempat sama, Anton Carliyan mengatakan, selain lokasi wisata alam yang indah, aneka kuliner yang tersajikan sangat enak - enak. "Ya untuk kuliner tadi ada ikan bakar sangat wenak, dan ini sangat cudom alias cukup terjangkau untuk ukuran dompet," katanya.
Diketahui sebelumnya, kunjungan mantan Kapolda Jabar Irjen Pol Anton Carliyan di objek wisata alam, Talaga Biru Cicerem di Desa Kaduela, Kecamatan Pasawahan, Kuningan Jawa Barat sebagai pengisi waktu dan kegiatan dalam masa purnawirawan.
"Iya dulu saya pakai dasi sekarang, ya begini pakai pangsi (pakaian daerah)," ungkap Irjen Pol Anton Carliyan saat ditemui di Talaga Biru Cicerem tadi, Senin (14/9/2021).
Pemadatan agenda keseharian, kata Irjen Pol Anton Carliyan mengaku lebih suka terhadap pelestarian budaya. Pasalnya, komposisi budaya ini satu kesatuan dari agama dan negara.
"Ya, bicara budaya tentu disertai agama dan negara," katanya.
Alasan menjunjung nilai budaya, kata Irjen Pol Anton Carliyan ini mengaku bahwa ini salah satu warisan bangsa yang tidak lepas dari warga Nusantara.
"Ya Indonesia dikenal dengan banyak budaya. Nah, seperti pangsi ini gak mungkin disukai oleh orang luar Sunda, begitu juga pakaian adat atau budaya lainnya.
Seperti orang Jepang dengan kostum kimono dan orang Tionghoa juga suka dengan pakaian Koko," ujarnya.
Kemudian, imbuh Anton menyebut bahwa budaya bisa menjadi nilai ekonomi saat di sandingkan dengan wisata alam seperti begini.
"Bicara wisata jelas jangan meninggalkan nilai budaya. Seperti danau kecil yang memiliki warna biru ini, tadi mengulas di dalamnya terdapat nilai sejarah dan budaya nenek moyang terdahulu, seperti di dalamnya air itu ada batu pangcalikan," ujarnya. (*)