Objek Wisata Situ Cicerem Ditutup, Manajemen BUMDes Membuat Patung Perempuan Sosok Penunggu
Terutama dalam pembuatan patung perempuan yang menggambarkan sosok penunggu kawasan wisata air tersebut.
Penulis: Ahmad Ripai | Editor: dedy herdiana
Laporan Kontributor Kuningan, Ahmad Ripai
TRIBUNCIREBON.COM, KUNINGAN - Penutupan objek wisata Talaga Biru Situ Cicerem di Desa Kaduela, Kecamatan Pasawahan, Kuningan Jawa Barat selama pelaksanaan PPKM Darurat ini dijadikan kesempatan manajemen Badan Usaha Milik Desa Arya Kamuning melakukan pembenahan dan penambahan titik spot selfie serta pembangunan patung.
Demikian hal itu dikatakan Direktur BUMDes setempat, Iim Ibrahim saat FBL Tribun Jabar.id sekaligus ditemui di lokasi wisata perairan Situ Cicerem, Sabtu (10/7/2021).
Pembenahan kawasan wisata tersebut ini sebagai upaya untuk meningkatkan daya tarik pengunjung saat menikmati keindahan alam sekitar.
Baca juga: Mata Air Pantan Warisan Belanda Hadiah buat Ratu Wilhelmina Ada di Majalengka, Airnya Jernih & Sejuk
Baca juga: BANYAK Cerita Mistis di Mata Air Pantan Mulai Suara Tangisan, Kesurupan, Hingga Ditunggui Ular Besar
Baca juga: Sempat Terpapar Covid-19, Direktur RS Linggajati Kuningan Minum Vitamin Setiap Hari, Ini Alasannya
Terutama dalam pembuatan patung perempuan yang menggambarkan sosok penunggu kawasan wisata air tersebut.
"Selama PPKM Darurat, kami tutup total dan tidak menerima siapa pun pengunjungnya. Dalam pembenahan ini, kami buatkan patung yang menggambarkan sosok perempuan.
Sejarahnya, sosok perempuan ini dahulunya sebagai penunggu di lingkungan Situ Cicerem ini," ungkapnya.
Pembuatan patung, kata dia mengaku sebelumnya telah melakukan doa dan pengharapan terlebih dahulu.
"Ya kami doa bersama dan tawasulan dulu. Jadi seperti bisa dilihat pembangunan patung tersebut sudah berjalan 2 Minggu," ujarnya.
Selama penutupan, kata Iim mengaku sangat kewalahan untuk perawatan dan pembiayaan yang harus dikeluarkan.
"Biaya dirasa terberat itu saat kasih pakan ikan. Untuk di hari itu menghabiskan pakan sebanyak satu kurang ukuran 50 kilogram," katanya.
Mengenai karyawan lainnya, Iim mengaku bahwa manajamen tidak semua mengerjakan karyawan secara badan usaha.
"Untuk karyawan kami disini mengerjakan secara free lance. Jadi setiap hari kita bayar dan untuk beberapa memang masuk bayaran secara bulanan juga," katanya. (*)