Breaking News:

Sejarah Situ Cicerem

Kenapa Disebut Situ Cicerem dan Menjadi Objek Wisata Perairan? Ternyata Ada Kaitan dengan Kera Putih

Sayembara ini berdasarkan keterangan dibuka oleh tokoh terkemuka di desa setempat, yakni Syekh Haji Abdullah Iman warga Cirebon yang sengaja melakukan

Penulis: Ahmad Ripai | Editor: Machmud Mubarok
Kontributor Tribuncirebon.com/Ahmad Ripai
Kawasan Situ Cicerem Desa Kaduela Kuningan Jawa Barat 

Laporan Kontributor Kuningan, Ahmad Ripai

TRIBUNCIREBON.COM, KUNINGAN - Lokasi wisata terkenal Situ Cicerem yang berada di Desa Kaduela, Kecamatan Pasawahan, Kuningan Jawa Barat ternyata memiliki latar belakang dan sejarah tersendiri.

"Dulu Situ ini bernama Situ Cikahuripan dan setelah terjadi sayembara untuk meluaskan kawasan perairan ini, muncul nama Cicerem," kata Aep salah seorang pengkat desa setempat saat memberikan keterangan dalam FBL Tribun Jabar.id di lokasi setempat, Sabtu (10/7/2021).

Sayembara ini berdasarkan keterangan dibuka oleh tokoh terkemuka di desa setempat, yakni Syekh Haji Abdullah Iman warga Cirebon yang sengaja melakukan meditasi serta melakukan peningkatan ibadah di lokasi situ tersebut. 

"Nah, setelah Syekh Haji Abdullah Iman bikin sayembara. puluhan jawara dan orang pintar datang, namun dari sekian banyak peserta, hanya Anuman atau kera putih yang mampu meluaskan kawasan perairan hingga sekarang," katanya. 

Baca juga: Objek Wisata Situ Cicerem Ditutup, Manajemen BUMDes Membuat Patung Perempuan Sosok Penunggu

Baca juga: Libur Waisak, Situ Cicerem Kuningan Dikunjungi Banyak Wisatawan, Lahan Warga Jadi Tempat Parkir

Penamaan Cicerem, kata Aep mengaku bahwa itu memiliki artinya yang tidak lain berkumpul dan istilah kata dasar muncul dari pacireman. 

"Untuk nama Cicerem itu mulanya dari bahasa pacireman atau berarti tempat berkumpul. Nah, lokasi berkumpul ini mereka datang dari berbagai daerah yang memang sangat dikenal sebagai jawara atau orang pintar," katanya.

Pacireman itu, kata Aep, berada di bawah perairan Situ Cicerem ini. Tempat berkumpul orang terdahulu pada jama itu terbuat dari batu. Seperi meja dan kursinya itu dari batu begitu.

"Di bawah perairan Situ Cicerem ini ada tempat berkumpul setelan kursi dan meja. Namun semua terbuat dari batu," ujarnya. 

Kaitan dengan pengunjung datang dan melakukan ritual tertentu, kata Aep mengaku bahwa setelah Anuman alias Kera Putih berhasil memperluas kawasan perairan di sini dan berpesan bahwa selain kebutuhan air untuk lahan pertanian, namun kandungan air ini bisa menjadi media pengobatan non medis.

"Anuman sempat berpetuah atau berwasiat bahwa air di sini bisa dipergunakan sebagai kebutuhan pengobatan non medis, jadi hingga sekarang kandungan air ini banyak dijadikan sebagai media pengobatan non medis," ujarnya. (*)
 

Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved