Breaking News:

Senangnya Pedagang Seblak di Majalengka Ini Sekarang Boleh Layani Pembeli Makan di Tempat

Pembatasan waktu yang ditetapkan pemerintah sendiri, yakni makan di tempat yang mana diperbolehkan dengan waktu maksimal hanya 20-30 menit

Penulis: Eki Yulianto | Editor: Mumu Mujahidin
Eki Yulianto/ Tribuncirebon.com
Mia Silvina (20) warga Kecamatan Bantarujeg, Kabupaten Majalengka yang kembali merasakan makan ditempat usai pemberlakuan PPKM Level 4 diperlonggar 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Eki Yulianto

TRIBUNCIREBON.COM, MAJALENGKA - Pengusaha kuliner kini bisa sedikit bernafas lega setelah pemerintah memberikan kelonggaran dengan memperbolehkan melayani makan ditempat dengan adanya pembatasan waktu.

Pembatasan waktu yang ditetapkan pemerintah sendiri, yakni makan di tempat yang mana diperbolehkan dengan waktu maksimal hanya 20 hingga 30 menit sesuai dengan level PPKM di masing-masing daerah.

Di Kabupaten Majalengka, Jawa Barat para pengusaha kuliner mengaku senang dengan adanya kelonggaran tersebut.

Seperti yang dirasakan Ivan Taufik, pemilik warung Seblak Ceker Naga di Kelurahan Majalengka Kulon, Kecamatan Majalengka.

"Alhamdulillah ada keringanan seperti ini kita bersyukur sekali," ujar Ivan saat ditemui Tribun di warungnya, Senin (26/7/2021).

Mia Silvina (20) warga Kecamatan Bantarujeg, Kabupaten Majalengka yang kembali merasakan makan ditempat usai pemberlakuan PPKM Level 4 diperlonggar
Mia Silvina (20) warga Kecamatan Bantarujeg, Kabupaten Majalengka yang kembali merasakan makan ditempat usai pemberlakuan PPKM Level 4 diperlonggar (Eki Yulianto/ Tribuncirebon.com)

Menurut Ivan, dengan dibolehkannya pembeli makan di tempat sangat berdampak besar terhadap omset penjualan.

Pasalnya selama masa PPKM Darurat kemarin, Ia mengalami penurunan omset yang sangat drastis hingga 90 persen.

Meskipun kata Ivan masih banyak masyarakat yang datang ke warungnya untuk makan di tempat, tapi Ia tidak berani mengambil risiko dengan melayani pembeli tersebut.

"Kemarin pas PPKM Darurat ya jelas menurun sekali hingga 90 persen, kemarin emang sih banyak yang datang mau makan di sini tapi  kita gamau takut didenda. Kalau sekarang ada kebijakan ini ya alhamdulillah," ucapnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved