Breaking News:

TKW Indramayu Tewas di Turki

SBMI Indramayu Bakal Perjuangkan Jenazah TKW yang Meninggal karena Covid-19 di Turki Dipulangkan

SBMI Indramayu mendesak agar pihak sponsor mau bertanggungjawab perihal meninggalnya TKW yang bersangkutan.

Penulis: Handhika Rahman | Editor: Mumu Mujahidin
Tribuncirebon.com/Handhika Rahman
Ketua SBMI Cabang Indramayu, Juwarih, Minggu (20/6/2021) 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Handhika Rahman

TRIBUNCIREBON.COM, INDRAMAYU - Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI) Cabang Indramayu bakal memperjuangkan agar jenazah Pekerja Migran Indonesia (PMI) atau TKW yang meninggal di Turki bisa dipulangkan ke tanah air.

Termasuk mendesak agar pihak sponsor mau bertanggungjawab perihal meninggalnya TKW yang bersangkutan.

TKW itu diketahui bersama Masripah, warga Desa Sukamulya, Kecamatan Tukdana, Kabupaten Indramayu.

Ketua SBMI Cabang Indramayu, Juwarih mengatakan, hal tersebut sesuai dengan permintaan pihak keluarga yang mengadu ke SBMI.

Terlebih, Masripah diduga diberangkatkan secara unprosedural ke negara timur tengah dan ketika Indonesia tengah memberlakukan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), ia diberangkatkan pada 10 Juli 2021 kemarin.

Baca juga: Sehari Bekerja di Turki, TKW Asal Indramayu Ini Mendadak Tewas, SBMI Ungkap Kronologi Lengkapnya

"Kita akan memperjuangkan itu dan meminta pertanggungjawabkan dari pihak perekrut," ujar dia kepada Tribuncirebon.com, Minggu (25/7/2021).

Dalam hal ini, SBMI Indramayu pun sudah berkirim surat kepada Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Turki dan sudah direspon.

Hanya saja, KBRI Turki baru menyampaikan kondisi Masripah yang saat ini masih berada di ruang pendingin rumah sakit.

Belum ada informasi lebih lanjut yang diterima SBMI dari KBRI Turki.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved