Istri Bupati Subang Terkonfirmasi Positif Covid-19, Ruhimat Mohon Doa dan Minta Warga Jaga Prokes
Ia menyampaikan permohonan doa untuk istrinya sekaligus memberikan imbauan untuk masyarakat Subang.
Laporan Kontributor Tribun Jabar, Irvan Maulana
TRIBUNCIREBON.COM, SUBANG - Tren positif Covid-19 di Kabupaten Subang semakin tinggi dalam dua pekan terakhir. Tidak hanya di saja di klaster Kihiyang yang jumlah kasus positif COVID-19 hanpir 100 orang, tapi hari ini juga muncul klaster perkantoran yang mengakibatkan beberapa kantor dinas ditutup.
Bahkan saat ini, istri Bupati Subang Yoyoh Sopiah Ruhimat juga dinyatakan positif Covid-19. Diketahui istri Bupati Subang memang cukup sibuk mengikuti berbagai kegiatan.
Selain menjabat sebagai Ketua Penggerak PKK Kabupaten Subang, ia juga disibukkan dengan berbagai agenda kegiatan kunjungan.
Kabar tersebut beredar melalui unggahan media sosial pribadi Bupati Subang Ruhimat @haji_ruhimat.
Baca juga: Bupati Kuningan Curhat Masih Banyak Jalan Rusak, Bersyukur TMMD ke-111 Sangat Membantu Masyarakat
Baca juga: Dengar Ada Penolakan Pasien di RSUD 45 Kuningan, Bupati Acep Marah Siapkan Sanksi Hingga Pemecatan
Baca juga: Vaksinasi Mitra Driver Gojek Makin Masif Rambah 29 Kota Hanya Dalam Waktu Kurang dari 4 Bulans
Ia menyampaikan permohonan doa untuk istrinya sekaligus memberikan imbauan untuk masyarakat Subang.
"Saya memohon doa dari semuanya. Istri saya Yoyoh Sopiah Ruhimat hari ini dinyatakan positif Covid-19 dan sedang menjalani isolasi mandiri. Dan saya sendiri sudah dites PCR, Alhamdulillah hasilnya negatif," ujar Ruhimat dalam kutipan gambar tersebut.
Selanjutnya, Bupati Subang mengajak masyarakat Subang agar lebih mengutamakan protokol kesehatan,
"Mengingat kasus Covid-19 semakin meningkat, saya mengajak kepada seliruh warga masyarakat Kabupaten Subang untuk menjaga kesehatan dan tetap menerapkan protokol kesehatan disaat bepergian," kata dia.
Yoyoh Sopiah Ruhimat juga menyampaikan permohonan doanya dalam unggahan instagram pribadinya @ysopiah_, "Mohon doanya semoga lekas sembuh, diberikan kekuatan dan ketabahan dan lindungan dari Allah Subhanahu Wata'ala, Amin," ujarnya.
Siaga 1 Covid-19
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menyatakan Bandung Raya Siaga 1 Covid-19. Hal ini disebabkan dua daerah besar di Bandung Raya, yakni Kabupaten Bandung dan Kabupaten Bandung Barat kembali berstatus zona merah atau kawasan berisiko tinggi penyebaran Covid-19.
Selain pertimbangan dua zona merah tersebut, katanya, angka keterisian tempat tidur perawatan pasien Covid-19 di semua rumah sakit di Bandung Raya sudah sangat kritis, yakni rata-rata mencapai 84,19 persen.
"Wilayah Bandung Raya kami nyatakan sedang Siaga 1, bukan Jawa Barat ya, tapi wilayah Bandung Raya, karena minggu ini dua wilayah besarnya zona merah, yaitu KBB dan Kabupaten Bandung. Kemudian wilayah Bandung Raya ini keterisian rumah sakit sudah melebihi standar WHO maupun nasional yang di angka 70 persen, sekarang Bandung Raya ini sudah 84,19 persen," kata Ridwan Kamil di Markas Kodam III Siliwangi, Selasa (15/6).
Baca juga: BOR Rumah Sakit di Kota Cirebon Capai 81 Persen, Meningkat Setiap Harinya
Baca juga: Kota Cirebon Bergerak ke Zona Merah, Wali Kota Nasrudin Azis Bilang Kasus Covid-19 Terus Bertambah
Baca juga: Ngeri, 79 Orang Positif Covid-19, Gedung Sate Kembali Ditutup sampai 25 Juni 2021, Semua Pegawai WFH
Dengan dua indikator tersebut, katanya, maka seluruh wilayah Bandung Raya, yakni Kota Bandung, Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat, dan Kota Cimahi, diinstruksikan untuk memberlakukan work from home (WFH) atau bekerja dari rumah kembali selama sepekan ke depan.