Dengar Ada Penolakan Pasien di RSUD 45 Kuningan, Bupati Acep Marah Siapkan Sanksi Hingga Pemecatan

Bupati Kuningan H Acep Purnama mewanti-wanti kepada petugas pelayanan medis. Terlebih muncul kabar bahwa lembaga medis daerah ini melakukan penolakan

Penulis: Ahmad Ripai | Editor: dedy herdiana
TrribunCirebon.com/Ahmad Imam
Bupati Kuningan H Acep Purnama di Tugu Ikan perbatasan Kuningan Cirebon saat dimulainya larangan mudik, Kamis (6/5/2021) dini hari. 

Laporan Kontributor Kuningan, Ahmad Ripai

TRIBUNCIREBON.COM, KUNINGAN – Bupati Kuningan H Acep Purnama mewanti-wanti kepada petugas pelayanan medis di Kuningan.

Terlebih dengan muncul kabar bahwa lembaga medis daerah ini melakukan penolakan terhadap warga alias calon pasien.

“Jika memang terjadi adanya penolakan pasien untuk mendapat pelayanan dari Rumah Sakit Umum, tolong sampaikan dan kami telah siapkan sangsi hingga melakukan pemecatan kepada bersangkutan,” ungkap Bupati Acep disela kegiatan TMMD ke – 111 di Desa Jamberama, Kecamatan Selajambe, Kuningan Jawa Barat, Selasa (14/6/2021).

Baca juga: Buntut Penolakan Pasien Kritis yang Sempat Heboh di Kuningan, Manajamen RSUD 45 Jelaskan Begini

Menurutnya, kesehatan merupakan pelayanan yang harus di utamakan. Apalagi kebutuhan untuk sehat itu bagi masyarakat,sekaligus seagai langkah pencegahan penyebaran Covid-19.

“Soal kesehatan itu merupakan yang utama dan meski mendapat pelayanan priotitas, apalagi dimasa sekarang bahwa sehat itu harus di miliki dalam mencegah penyebaran covid-19,” ujarnya.

Kaitan dengan lonjakan kasus Covid-19 di Kuningan, Bupati telah menyiapkan panduan bagi lapisan masyarakat daerah. Hal ini tidak jauh beda dengan pelaksanaan sebelumnya, yakni menerapkan PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat).

“Lonjakan kasus Covid-19, kami akan memberlakukan PPKM bagi masyarakat Kuningan, baik yang berada di daerah maupun di pusat kota. Tindakan ini sama diterapkan kepada pembatasan jam operasional pengusaha dan toko modern,” ungkapnya.

Baca juga: Pasien Kritis Ditolak di RSUD 45 Kuningan, Pengantar Nyaris Ribut dengan Sekuriti, Ini Kronologinya

Hanya mengingatkan, Sempat terjadi penolakan terhadap calon pasien untuk mendapatkan pelayanan medis di RSUD 45 Kuningan, kontan mendapat tanggapan langsung dari Dirut RSUD 45 Kuningan, dr Deki Saefullah melalui Kepala Bidang Pelayanan Medis RSUD 45 Kuningan, yakni dr Lidya.

Alasan Penolakan semalam yang di lakukan petugas jaga di RSUD, kata dia akibat jumlah kasus COVID-19 yang terus mengalami lonjakan signifikan di Kabupaten Kuningan, sehingga membuat tingkat keterisian tempat tidur di rumah sakit rujukan saat ini dalam kondisi penuh.

"Sebenarnya itu bukan penolakan, tapi lagi dekontaminasi dan untuk di RSUD 45 Kuningan sekarang memang penuh untuk ruang isolasi," kata dr Lidya Kepasa wartawan, Selasa (15/6/2021).

Akibat keterisian ruang isolasi di RSUD 45 Kuningan penuh, sebagai langkah lain akhirnya mengaktifkan kembali eks RS Citra Ibu (RSCI) untuk dijadikan tempat isolasi. 

"Disana (eks RS Citra Ibu) ada 25 tempat tidur dengan jumlah pasien ada sebanyak 6 orang. Sementara untuk di RSUD 45 ada 40 total tempat tidur," ujarnya. 

Sekedar informasi, adanya penolakan pasien oleh manajemen RSUD 45 Kuningan. Kontan membuat sejumlah warga sekaligus pengantar pasien terpancing emosi dan nyaris terjadi bentrok dengan petugas Satpam alias Security setempat.

Saat di lokasi kejadian, Uju (47) warga Desa Ciherang, Kecamatan Kadugede ini mengaku sebelumnya kaget dengan tindakan penolakan yang di lakukan bagian manajemen RSUD setempat. Pasalnya, pasien yang diketahui bernama Neni (45) dalam keadaan kritis dengan penyakit yang di deritanya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Cirebon
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved