Breaking News:

Pasien Kritis Ditolak di RSUD 45 Kuningan, Pengantar Nyaris Ribut dengan Sekuriti, Ini Kronologinya

Di tempat sama, Fery sekaligus petugas Security RSUD 45 Kuningan mengaku bahwa yang terjadi bukan sebuah penolakan.

Penulis: Ahmad Ripai | Editor: Mumu Mujahidin
Ahmad Ripai - Tribun Cirebon
Suasana RSUD 45 Kuningan persis gerbang Instalasi Gawat Darurat 

Laporan Kontributor Kuningan Ahmad Ripai

TRIBUNCIREBON.COM, KUNINGAN - Diduga terjadi penolakan pasien oleh manajemen RSUD 45 Kuningan.

Hal itu membuat sejumlah warga sekaligus pengantar pasien terpancing emosi dan nyaris terjadi bentrok dengan petugas Security RSUD 45 Kuningan.

Saat di lokasi kejadian, Uju (47) warga Desa Ciherang, Kecamatan Kadugede ini mengaku sebelumnya kaget dengan tindakan penolakan pasien yang dilakukan bagian manajemen RSUD 45 Kuningan.

Pasalnya, pasien yang diketahui bernama Neni (45) dalam keadaan kritis dengan penyakit yang di deritanya.

"Tadi saya kaget ada penolakan, padahal sudah bilang ini pasien sakit. Kasihan dia tuh lihat saja," kata Uju lagi.

Suasana RSUD 45 Kuningan persis gerbang Instalasi Gawat Darurat
Suasana RSUD 45 Kuningan persis gerbang Instalasi Gawat Darurat (Ahmad Ripai - Tribun Cirebon)

Tidak lama dari keributan tadi, Uju bareng warga, akhirnya mengikuti saran Security untuk membawa pasien ke Rumah Sakit Juanda.

"Kami sangat aneh saja, bawa pasien kesini malah mendapat penolakan. Terus anehnya, kami malah disuruh membawa pasien ke Rumah Sakit Juanda," katanya.

Sesampainya di Rumah Sakit Juanda, kata Uju mengaku nasib serupa pun diterima bahwa pasien tidak bisa dilanjutkan pengobatan atau perawatan di rumah sakit tersebut.

"Tadi pas ke Rumah Sakit Juanda, kami bawa pasien juga ditolak oleh manajemen sana. Akhirnya kami putuskan balik ke Rumah Sakit Umum untuk minta hak pelayanan kesehatan masyarakat hingga bisa langsung, pasien bisa masuk dan mendapat perawatan medis," ungkapnya.

Baca juga: Bupati Cirebon Kesal Masih Ada Penolakan Jenazah Pasien Covid-19 di Cirebon: Saya Minta Nomor Tim

Di tempat sama, Fery sekaligus petugas security RSUD 45 Kuningan mengaku bahwa yang terjadi bukan sebuah penolakan.

"Tadi tuh bukan penolakan, melainkan kami menyarankan untuk bertobat ke RS Juanda, karena ruangan di sini lagi dekontaminasi atau penyetrilan ruangan," kata Fery tadi.

Masih kata Fery mengaku bahwa pelaksanaan dekontaminasi ini sebagai bentuk pencegahan terhadap paparan Covid-19.

Terlebih jumlah pasien Covid-19 di RSUD 45 Kuningan ini banyak.

"Iya, dekontaminasi tadi dilakukan untuk mencegah penyebaran Covid-19. Sebab semua ruang isolasi full dengan pasien Covid-19," katanya. (*)

Baca juga: Semua Rumah Sakit di Jabar Wajib Tambah Tempat Tidur untuk Pasien Covid-19, Jangan Sampai Kolaps

Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved