Sabtu, 18 April 2026
Superhub Kota Cirebon
Selamat Datang Di SuperHub Pemerintah Kota Cirebon

Kasus Pencatutan Identitas Guru Klaim Punya Ferarri, Disdukcapil Ingatkan Warga Jaga Data Pribadi

Polemik kasus pencatutan identitas guru honorer, Rizal Nurdiansyah yang disebut memiliki mobil Ferarri menjadi alarm serius bagi keamanan data pribadi

Penulis: Ahmad Ripai | Editor: Mutiara Suci Erlanti
Tribun Cirebon/Ahmad Ripai
PENCATUTAN IDENTITAS - Helmi Jihar, Kepala Bidang Pelayanan Pendaftaran Penduduk di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kuningan buka suara soal kasus pencatutan identitas 

Ringkasan Berita:
  • Polemik kasus pencatutan identitas guru honorer, Rizal Nurdiansyah yang disebut memiliki mobil Ferarri menjadi alarm serius bagi keamanan data pribadi masyarakat
  • Helmi Jihar, Kepala Bidang Pelayanan Pendaftaran Penduduk di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kuningan buka suara soal kasus tersebut

 

Laporan Kontributor Kuningan, Ahmad Ripai 

TRIBUNCIREBON.COM,KUNINGAN - Polemik kasus pencatutan identitas guru honorer, Rizal Nurdiansyah yang disebut memiliki mobil Ferarri menjadi alarm serius bagi keamanan data pribadi masyarakat. 


Demikian hal itu dikatakan Helmi Jihar, Kepala Bidang Pelayanan Pendaftaran Penduduk di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kuningan saat berbincang dengan Tribun, Jum'at (17/4/2026).


Helmi mengatakan potensi penyalahgunaan data kerap berawal dari hal-hal yang dianggap sepele, seperti membuang fotokopi KTP sembarangan.

"Kondisi ini sering kami temukan bekas fotokopi KTP digunakan sebagai pembungkus makanan. Padahal itu berbahaya karena data bisa diambil dan disalahgunakan,” kata Helmi mengawali perbincangan. 


Menurutnya, untuk keamanan data kependudukan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga masyarakat sebagai pemilik data.

"Maka dari itu kepada lapisan masyarakat tidak sembarangan membagikan Nomor Induk Kependudukan (NIK), terutama melalui media sosial. NIK itu kunci akses ke data pribadi," katanya.


Upaya pencegahan, Helmi mengemuka bahwa Disdukcapil Kuningan terus mendorong penggunaan Identitas Kependudukan Digital (IKD) yang dinilai lebih aman dibandingkan KTP elektronik fisik.

 "Namun, tingkat adopsi IKD di Kuningan masih rendah, baru sekitar 7 persen. Padahal IKD lebih sulit dimanipulasi, karena harus benar verifikasi pribadinya. Seperti pasword bentuk wajah, lirikan mata dan sebagainya," katanya


Diberitakan sebelumnya bahwa Kasat Reskrim Polres Kuningan, AKP Abdul Aziz membenarkan adanya laporan terkait dugaan pencatutan nama seorang guru honorer dalam kasus yang melibatkan mobil mewah jenis Ferrari di Kabupaten Kuningan.


"Untuk hal itu benar, ada laporan yang sedang kami tangani terkait dugaan pencatutan nama. Saat ini masih dalam tahap penyelidikan dan pendalaman,” ujar AKP Abdul Aziz kepada wartawan, Kamis (17/4/2026). 

Baca juga: Kasus Pencatutan Nama Guru Honorer Kuningan Beli Ferarri, Pihak Biro Jasa Buka Suara

Baca juga: Guru Honorer Kuningan Lapor Polisi Soal Beli Ferarri Rp 4,2 Miliar, Ini Kata Kasat Reskrim


Sekedar informasi, kasus pencatutan nama melibatkan Rizal Nurdiansyah, guru honorer yang disebut memiliki mobil Ferarri seharga 4,2 miliar.

Rizal akhirnya melakukan pelaporan kepada kepolisian Polres Kuningan


Terlebih mobil mewah yang lengkap dengan surat dan faktur pembelian jelas barang mahal yang harus mendapat perawatan mahal juga. 

Sumber: Tribun Cirebon
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved