Breaking News:

Bupati Cirebon Kesal Masih Ada Penolakan Jenazah Pasien Covid-19 di Cirebon: Saya Minta Nomor Tim

Karenanya, ia meminta jajarannya yang bertanggungjawab tentang pemulasaraan jenazah pasien Covid-19 berkoordinasi dengan seluruh rumah sakit rujukan.

Tribuncirebon.com/Ahmad Imam Baehaqi
Bupati Cirebon, Imron Rosyadi (kanan) 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Ahmad Imam Baehaqi

TRIBUNCIREBON.COM, CIREBON - Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Cirebon menggelar rapat evaluasi Penerapan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Pendopo Bupati Cirebon, Jalan Kartini, Kota Cirebon, Selasa (18/1/2021).

Bupati Cirebon, Imron Rosyadi, mengatakan, dari hasil rapat itu masih ditemukan masyarakat yang melanggar protokol kesehatan.

Terutama dari kalangan pelaku usaha kuliner yang belum mematuhi pembatasan pengunjung hanya 25 persen dari kapasitas maksimal.

Karenanya, pihaknya pun langsung memberikan sanksi kepada sejumlah pengelola tempat makan tersebut.

Baca juga: Kabupaten Cirebon Menjadi Zona Oranye, Bupati Klaim PPKM Sukses Diterapkan di Cirebon

Baca juga: Sambil Gendong Anak Ibu Muda Dipukul dan Ditendang Dua Pria Tidak Dikenal Secara Brutal

"Sanksinya dari mulai teguran lisan, tertulis, hingga denda," kata Imron Rosyadi saat ditemui usai rapat evaluasi.

Ia mengakui ada rumah makan di Kecamatan Dukupuntang, Kabupaten Cirebon, yang disegel karena melakukan pelanggaran berat.

Menurut dia, rumah makan tersebut akan dibuka kembali saat pengelola dinilai telah memperbaiki kesalahannya.

Di antaranya, penyediaan fasilitas penunjang protokol kesehatan, pembatasan jumlah pengunjung, dan lainnya.

"Ada warga yang terjaring operasi yustisi juga, dan langsung disanksi di tempat," ujar Imron Rosyadi.

Selain itu, Imron juga mengakui menerima laporan mengenai penolakan jenazah pasien Covid-19 oleh masyarakat.

Karenanya, ia meminta jajarannya yang bertanggungjawab tentang pemulasaraan jenazah pasien Covid-19 berkoordinasi dengan seluruh rumah sakit rujukan di Kota dan Kabupaten Cirebon.

Sebab, penolakan semacam itu dikarenakan miskomunikasi antara rumah sakit, Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Cirebon, dan masyarakat.

"Saya minta nomor kontak tim pemulasaraan jenazah dititipkan ke rumah sakit sehingga kejadian penolakan tidak terulang lagi," kata Imron Rosyadi.

Baca juga: Anak yang Gugat Orangtua Rp 3 Miliar Meninggal Sehari Sebelum Sidang, Sidang Digelar di PN Bandung

Baca juga: Seorang Wanita Sengaja Tabrak Tetangganya yang Tengah Hamil dengan Motor, Lalu Pergi Begitu Saja

Penulis: Ahmad Imam Baehaqi
Editor: Mumu Mujahidin
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved