Sabtu, 11 April 2026
Superhub Kota Cirebon
Selamat Datang Di SuperHub Pemerintah Kota Cirebon

Virus Corona di Cirebon

BOR Rumah Sakit di Kota Cirebon Capai 81 Persen, Meningkat Setiap Harinya

Bahkan, Satgas Penanganan Covid-19 Kota Cirebon mencatat peningkatan BOR rumah sakit terjadi sejak awal Juni 2021.

Penulis: Ahmad Imam Baehaqi | Editor: Fauzie Pradita Abbas
(EPA via AlJazeera)
Staf kesehatan membawa seorang pasien ke dalam rumah sakit Jinyintan, China. Hingga Jumat (24/1/2020) siang waktu setempat, 26 orang di China meninggal akibat virus corona. 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Ahmad Imam Baehaqi

TRIBUNCIREBON.COM, CIREBON - Bed Occupancy Ratio (BOR) atau tingkat keterisian rumah sakit yang merawat pasien Covid-19 di Kota Cirebon terus meningkat.

Bahkan, Satgas Penanganan Covid-19 Kota Cirebon mencatat peningkatan BOR rumah sakit terjadi sejak awal Juni 2021.

Sekretaris Satgas Penanganan Covid-19 Kota Cirebon, Sri Laelan Erwani, mengatakan, saat ini BOR rumah sakit mencapai 81 persen.

"Awal Juni 2021 baru 39 persen, dan sekarang meningkat sampai lebih dari dua kali lipat," kata Sri Laelan Erwani kepada Tribuncirebon.com, Selasa (15/6/2021).

Baca juga: Begini Awal Mula Puluhan Santri di Ponpes Al-Quraniyyah Majalengka Terpapar Covid-19

Baca juga: Kasus Covid-19 di Cirebon Terus Bertambah, Ratusan Masih Dirawat, Wali Kota Sebut Soal Zona Merah

Baca juga: Bandung Raya Siaga 1 Covid-19, Tempat Perawatan Penuh, Varian Baru Corona Diduga Sudah Masuk Bandung

Ia mengatakan, kapasitas rumah sakit di Kota Cirebon untuk merawat pasien Covid-19 mencapai 316 tempat tidur.

Namun, jumlah tersebut tidak termasuk IGD, ruang VK, dan ruang NICU yang disiapkan khusus bagi pasien Covid-19.

Pasalnya, hanya terdiri dari 296 tempat tidur di ruang isolasi dan 20 tempat tidur di ruang ICU.

"Kapasitas IGD, ruang VK dan ruang NICU juga hanya sembilan tempat tidur," ujar Sri Laelan Erwani.

Laelan menyampaikan, ratusan bed tersebut tersebar di sejumlah rumah sakit pemerintah dan swasta se-Kota Udang.

Di antaranya, RSD Gunung Jati, RS Ciremai, RS Pelabuhan, RS Putera Bahagia, RS Sumber Kasih, RSU Medimas, RSU Budi Asta, dan RS Muhammadiyah.

"Hingga kini, ruang ICU terisi 18 bed dari kapasitas 20 bed, ruang isolasi terisi 238 bed dari kapasitas 296 bed, dan sembilan bed di IGD, ruang VK serta ruang NICU belum terisi semuanya," kata Sri Laelan Erwani.

Menuju Zona Merah

 Wali Kota Cirebon, Nasrudin Azis, menyebut status Kota Cirebon bergerak ke zona merah Covid-19.
Padahal, saat ini Kota Udang merupakan salah satu daerah di Jawa Barat yang berstatus zona oranye.
Menurut dia, hal tersebut dikarenakan kasus Covid-19 di Kota Cirebon terus bertambah setiap harinya.
"Jika kasusnya naik terus maka status Kota Cirebon bergerak ke zona merah," kata Nasrudin Azis saat ditemui di Balai Kota Cirebon, Jalan Siliwangi, Kota Cirebon, Selasa (15/6/2021).
Ia mengatakan, sejak pekan lalu hingga hari ini kasus Covid-19 di Kota Cirebon bertambah hingga 108 orang.
Karenanya, Pemkot Cirebon pun bakal mengevaluasi bersama sejumlah instansi yang terlibat dalam Satgas Penanganan Covid-19 untuk menanggulangi penambahan kasus tersebut.
Pihaknya akan meminta masukan dari berbagai instansi untuk mencari solusi dalam mengantisipasi lonjakan kasus Covid-19.
Azis juga meminta masyarakat tetap disiplin dalam mematuhi protokol kesehatan untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di Kota Cirebon.
"Dari mulai memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menghindari kerumunan, dan mengurangi mobilitas," ujar Nasrudin Azis.
Berdasarkan data Satgas Penanganan Covid-19 Kota Cirebon, hingga kini total kasus Covid-19 di Kota Udang mencapai 5934 orang.
Dari jumlah tersebut, ada 477 pasien Covid-19 yang masih menjalani perawatan baik di rumah sakit maupun isolasi mandiri di rumahnya.
Selain itu, sebanyak 5239 pasien dinyatakan sembuh dan 218 pasien terkonfirmasi positif Covid-19 meninggal dunia.
Sumber: Tribun Cirebon
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved