Puluhan Santri Majalengka Positif Covid
Begini Awal Mula Puluhan Santri di Ponpes Al-Quraniyyah Majalengka Terpapar Covid-19
Puluhan santri di Pondok Pesantren Al-Quraniyyah, Kecamatan/Kabupaten Majalengka terpapar Covid-19, ditanggapi serius oleh pengasuh pondok pesantren
Penulis: Eki Yulianto | Editor: dedy herdiana
Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Eki Yulianto
TRIBUNCIREBON.COM, MAJALENGKA - Adanya puluhan santri di pondok pesantren Al-Quraniyyah, Kecamatan/Kabupaten Majalengka terpapar Covid-19, ditanggapi serius oleh pengasuh pondok pesantren tersebut.
Pengasuh Ponpes Al-Quraniyyah Majalengka, KH Yuyus Aspiyudin mengatakan, pihaknya selama ini sudah menerapkan protokol kesehatan (prokes) Covid-19 yang ketat dalam penyelenggaraan pendidikannya.
Saat ini, para santrinya yang terpapar sedang melaksanakan isolasi mandiri di beberapa ruangan pondok pesantren.
Baca juga: BREAKING NEWS: 38 Santri Ponpes Al-Quraniyyah Majalengka Positif Covid-19, Imbas Pulang Kampung
Sebelum nantinya dialihkan ke tempat yang disediakan oleh Satgas Covid-19 Majalengka.
"Sementara yang isolasi kami sediakan di kelas dulu," ujar Yuyus, Selasa (15/6/2021).
Mengenai penyebab penularan virus, sambung dia, dirinya mengaku ini sebuah takdir dan ujian dari Allah Swt.
Sebab ia dan pesantren yang diasuhnya selama ini sangat ketat menerapkan Prokes.
"Selama Pandemi Covid-19 tahun 2020, kami pihak pesantren menerapkan pembelajaran jarak jauh. Para guru di Work From Home (WFH) sedangkan santri berada di pondok. Dan itu juga berlaku hingga tahun 2021 ini" ucapnya.
Baca juga: Puluhan Santri di Pondok Pesantren di Majalengka Terpapar Covid-19, Ini Reaksi Kodim 0617 Majalengka
Masih dijelaskan dia, adapun awal mulanya diketahui terkonfirmasi Covid-19 di lingkungan pesantrennya, lanjut dia, bermula ketika ada seorang santri yang menderita sakit flu dan menular ke beberapa orang.
Saat itu pihaknya menduga penyakit biasa terjadi di pesantren.
Namun lama-kelamaan pihaknya khawatir dan langsung berkoordinasi dengan pihak puskemas dan Dinas Kesehatan menginformasikan perihal penyakit yang dialami para santrinya.
"Setelah dilaksanakan rapid tes antigen hasilnya reaktif dan dilakukan swab massal dan hasilnya ada 35 orang santri termasuk saya terpapar virus corona," jelas dia.
Dari hasil itu, pihaknya dan para santri kini tengah melaksanakan isolasi mandiri dan memohon doa restu atas kesembuhannya.
Sehingga bisa beraktivitas kembali sebagaimana mestinya.
"Ini pelajaran buat kita semua, bahwa Covid-19 ini nyata dan ada. Semua orang pasti tertular tanpa melihat status sosial apapun. Mari kita terapkan prokes yang sangat ketat, jangan sampai kendor. Sebab saya dan santri menerapkan prokes masih bocor, apalagi yang tidak melaksanakan itu," katanya.