Breaking News:

Soal Korupsi Banprov di Indramayu, Masa Tahanan Ade Barkah & Siti Aisyah Diperpanjang Sampai 30 Hari

Keduanya merupakan tersangka kasus Pengurusan Dana Bantuan Provinsi kepada Kabupaten Indramayu Tahun Anggaran 2017-2019.

Penulis: Handhika Rahman | Editor: Machmud Mubarok
Tribunnews/Ilham Rian Pratama
Ade Barkah Surahman, Wakil Ketua DPRD Jabar yang juga Ketua DPD Partai Golkar Jabar, dan Siti Aisyah, mantan anggota DPRD Jabar, diborgol saat hendak menghadiri konferensi pers di Gedung KPK, Kamis (15/4/2021). 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Handhika Rahman

TRIBUNCIREBON.COM, INDRAMAYU - Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memperpanjang masa penahanan Anggota DPRD Jabar Ade Barkah Surahman (ABS) dan mantan anggota DPRD Jabar Siti Aisyah Tuti Handayani (SATH) selama 30 hari ke depan. 

Keduanya merupakan tersangka kasus Pengurusan Dana Bantuan Provinsi kepada Kabupaten Indramayu Tahun Anggaran 2017-2019.

Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri mengatakan, perpanjangan masa tahanan ini terhitung mulai 14 Juni 2021 sampai dengan 13 Juli 2021.

Mereka ditahan di Rutan KPK Gedung Merah Putih.

"Tim Penyidik memperpanjang masa penahanan Tsk ABS dan Tsk SATH di Rutan KPK Gedung Merah Putih untuk masing-masing selama 30 hari berdasarkan penetapan penahanan Ketua PN Bandung Kelas IA Khusus terhitung 14 Juni 2021 s/d 13 Juli 2021," ujar dia kepada Tribuncirebon.com melalui keterangan tertulis, Senin (14/6/2021).

Baca juga: KPK Perpanjang Masa Penahanan Bupati Non Aktif Bandung Barat Aa Umbara dan Kawan-kawan

Baca juga: KPK Periksa Sejumlah Kepala Dinas KBB, Sekda hingga Ajudan Terkait Kasus Korupsi Aa Umbara

Baca juga: Firli Bahuri dkk Tak Hadir, Komnas HAM Beri Kesempatan Kedua bagi Pimpinan KPK Klarifikasi Soal TWK

Ali Fikri menyampaikan, perpanjangan masa tahanan keduanya guna melengkapi pemberkasan tersangka.

Di antaranya yaitu dengan pemanggilan dan pemeriksaan saksi-saksi soal kasus ini.

Sebelumnya, Ali Fikri menyampaikan, Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat periode 2014-2019 dan 2019-2024, Ade Barkah Surahman ditetapkan sebagai tersangka bersama dengan anggota DPRD Provinsi Jawa Barat periode 2014-2019 Siti Aisyah Tuti Handayani

Mereka melakukan kasus dugaan suap terkait pengurusan dana bantuan provinsi kepada Kabupaten Indramayu Tahun Anggaran 2017-2019. 

Dalam kasus ini, Ade Barkah Surahman diduga menerima Rp 750 juta dari seorang pihak swasta bernama Carsa ES, pihak swasta itu yang juga menyuap mantan Bupati Indramayu, Supendi. 

Sementara itu, Siti Aisyah Tuti Handayani diduga menerima uang Rp 1,05 miliar dari Abdul Rozak Muslim yang juga sebelumnya telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus ini.

Uang Rp 1,05 miliar itu merupakan bagian dari Rp 9,2 miliar yang diterima Abdul Rozak Muslim dari Carsa ES.

Uang itu diberikan agar Ade Barkah Surahman dan Siti Aisyah Tuti Handayani bersama memperjuangkan proposal pengajuan dana bantuan keuangan provinsi Jawa Barat untuk kegiatan peningkatan jalan kepada pihak Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Kabupaten Indramayu. (*) 

Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved