Breaking News:

KPK Perpanjang Masa Penahanan Bupati Non Aktif Bandung Barat Aa Umbara dan Kawan-kawan

Ia mengatakan, perpanjangan masa penahanan bagi dua tersangka yakni Aa Umbara Sutisna dan Andri Wibawa dimulai sejak tanggal 8 Juni sampai 7 Juli 2021

Istimewa
Bupati Kabupaten Bandung Barat Nonaktif, Aa Umbara 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin

TRIBUNCIREBON.COM, BANDUNG BARAT - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memperpanjang masa penahanan tersangka dugaan tindak pidana korupsi pengadaan barang tanggap darurat Covid-19 pada Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Bandung Barat (KBB) tahun 2020.

Para tersangka dalam kasus ini yakni Bupati Bandung Barat Nonaktif Aa Umbara Sutisna dan pihak swasta yakni M Totoh Gunawan dan Andri Wibawa.

Juru Bicara KPK, Ali Fikri mengatakan, penahanan para tersangka itu dilakukan guna kebutuhan untuk melakukan pengumpulan alat bukti dengan melakukan pemanggilan dan pemeriksaan saksi-saksi.

Baca juga: KPK Periksa Sejumlah Kepala Dinas KBB, Sekda hingga Ajudan Terkait Kasus Korupsi Aa Umbara

"Tim Penyidik memperpanjang masa penahanan Tsk AUM (Aa Umbara Sutisna) dkk, masing-masing selama 30 hari," ujar Ali melalui keterangan tertulisnya, Jumat (11/6/2021).

Ia mengatakan, perpanjangan masa penahanan bagi dua tersangka yakni Aa Umbara Sutisna dan Andri Wibawa dimulai sejak tanggal 8 Juni sampai 7 Juli 2021, sedangkan M Totoh Gunawan mulai 31 Mei sampai 29 Juni 2021.

"Perpanjangan penahanan berdasarkan penetapan penahanan pertama Ketua PN Jakarta Pusat," katanya.

Sebelumnya KPK memperpanjang masa penahanan Aa Umbara dan Andri Wibawa selama 40 hari terhitung sejak 29 April 2021 sampai 7 Juni 2021 di Rutan KPK Kavling C1.

Sementara itu, M Totoh Gunawan juga sebelumnya mengalami penambahan masa penahanan terhitung sejak 21 April 2021 sampai dengan 30 Mei 2021 di Rutan KPK Cabang Pomdam Jaya Guntur.

Dalam kasus ini, KPK menduga Aa Umbara telah menerima uang ssekitar Rp 1 miliar.

Sedangkan M Totoh diduga telah menerima keuntungan sekitar Rp 2 milliar dan Andri juga diduga menerima keuntungan sekitar Rp 2,7 miliar. 

Baca juga: Hilang di Gunung Geulis Pria Ini Bertahan Hidup dengan Minum Air Kencing Sendiri, Ditemukan Lemas

Editor: Mumu Mujahidin
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved