FAKTA BARU Dadang Buaya CS Ngamuk di Koramil Pameungpeuk, Sambil Membawa Sajam, Ini Alasannya
Deni menjelaskan bahwa anggota TNI yang terlibat perkelahian dengan pelaku adalah anggota KODIM 0508/Depok.
Karena terus berselisih, Jaka akhirnya menghubungi adiknya yang seorang anggota TNI untuk membantu menengahi permasalahannya.
Tidak terima ditengahi, pelaku pun terlibat cekcok kemudian terlibat perkelahian.
Baca juga: PENAMPAKAN Wajah Dadang Buaya Babak Belur, Preman yang Serang Markas Koramil, Polisi pun Mau Dibacok
Diberitakan sebelumnya, Dadang alias Dadang Buaya (45) dengan 15 orang temannya nekat melakukan penyerangan ke markas Koramil Pameungpeuk Kodim 0611 Garut sambil membawa senjata tajam.
Peristiwa itu terjadi pada Jumat (18/5/2021).
Kapolres Garut AKBP Adi Benny Cahyono membenarkan peristiwa tersebut, menurutnya
saat ini DA dan satu orang temannya sudah diamankan polisi.
Benny menjelaskan peristiwa tersebut berawal dari adu mulut antara Dadang Buaya dengan Jaka (54)
seorang nelayan yang baru pulang melaut, adu mulut tersebut terjadi saat keduanya berpapasan di jalan.
"Dia (DA) salah jalur karena orangnya mabuk, ribut dengan pengendara lain (nelayan) kemudian lari kedalam koramil dikejar sama dia," ucapnya.
DA atau yang dikenal dengan Dadang Buaya terlibat perkelahian dengan JK seorang nelayan.
Baca juga: Mang Dadang Buaya dan Geng Bernyali Serang Markas TNI, Diamankan Polisi, Malah Polisi Mau Dibacok
Saat itu DA mengendarai sepeda motor dan hampir menabrak JK, JK yang kaget langsung menegur DA. Tidak terima ditegur DA pun langsung turun dari motornya dan menodongkan pisau ke leher JK lalu menamparnya.
Karena terus berselisih, JK akhirnya menghubungi adiknya yang seorang aparat untuk membantu menengahi permasalahannya. Tidak terima ditengahi, DA pun terlibat cekcok dengan adiknya JK dan terlibat perkelahian.
Masyarakat yang menyaksikan peristiwa tersebut akhirnya melaporkan kejadian itu kepada Babinmas Desa Mancagahar, namun bukannya terurai DA malah menyerang Babinmas dan membantingkannya.
DA lalu merampas golok milik petani yang tidak jauh dari lokasi lalu mencoba membacok namun berhasil digagalkan.
Aksi brutal DA berhasil dibubarkan oleh anggota Polsek Pameungpeuk. DA yang tidak puas dengan kejadian tersebut lalu kembali bersama 15 orang temannya kemudian mendatangi Koramil Pameungpeuk dengan niat mencari adiknya JK.
DA yang dalam keadaan pengaruh minuman alkohol mencoba menerobos masuk ke dalam Koramil sambil membawa senjata tajam.
Anggota Koramil berhasil menghalau DA kemudian mengamankan sejumlah senjata tajam yakni katana, igrek dan golok.
DA pun berhasil diusir oleh anggota Koramil Pameungpeuk, sempat terjadi adu mulut antara DA dan sejumlah anggota.