Mang Dadang 'Buaya' dan Geng Bernyali Serang Markas TNI, Diamankan Polisi, Malah Polisi Mau Dibacok
Peristiwa ini bermula saat seorang pria berinisial DA (45) alias Dadang Buaya adu mulut dengan seorang nelayan berinisial JK (54).
Laporan Kontributor Tribunjabar.id Garut, Sidqi Al Ghifari
TRIBUNCIREBON.COM, GARUT - Sekelompok pria di Pameungpeuk, Kabupaten Garut, nekat menyerang markas TNI dan polisi yakni Koramil Pameungpeuk dan Polsek Pameungpeuk, Jumat (18/5/2021).
Mereka membawa senjata tajam dan nyaris melukai sejumlah anggota polisi.
Peristiwa ini bermula saat seorang pria berinisial DA (45) alias Dadang Buaya adu mulut dengan seorang nelayan berinisial JK (54).
Menurut Kapolres Garut AKBP Adi Benny Cahyono, saat itu sang nelayan baru saja pulang melaut.
Adu mulut terjadi saat keduanya berpapasan di jalan.
"Dia (DA) salah jalur karena orangnya mabuk, ribut dengan pengendara lain (nelayan) kemudian lari ke dalam koramil dikejar sama dia," ucapnya.
Saat itu DA mengendarai sepeda motor dan hampir menabrak JK.
JK yang kaget langsung menegur DA.
Tidak terima ditegur DA pun langsung turun dari motornya dan menodongkan pisau ke leher JK lalu menamparnya.
Karena terus berselisih, JK akhirnya menghubungi adiknya yang seorang aparat untuk membantu menengahi permasalahannya.
Tidak terima ditengahi, DA pun terlibat cekcok dengan adiknya JK dan terlibat perkelahian.

Masyarakat yang menyaksikan peristiwa tersebut akhirnya melaporkan kejadian itu kepada polisi yang bertugas sebagai Babinmas Desa Mancagahar.
Namun bukannya mereda DA malah menyerang Babinmas dan membantingnya.
DA lalu merampas golok milik petani yang sedang melintas di lokasi lalu mencoba membacok namun berhasil digagalkan.